Pemuda LIRA Bogor Raya Soroti Dugaan Intimidasi dalam Seleksi Direksi Tirta Pakuan, Dorong Transparansi Proses

RASIOO.id – Pemuda LIRA Bogor Raya menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika proses seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor periode 2026–2031. Organisasi tersebut menilai, isu yang berkembang tidak dapat dipandang sebagai persoalan internal semata, melainkan perlu disikapi secara serius demi menjaga tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional.

Ketua Pemuda LIRA Bogor Raya, M. Iqbal Al Afghany, menyampaikan bahwa gelombang penolakan dan kekecewaan yang muncul di internal Perumda Tirta Pakuan pasca diajukannya tiga nama calon direksi ke Kementerian Dalam Negeri oleh Dedie A. Rachim perlu mendapatkan klarifikasi terbuka.

Menurutnya, apabila benar terdapat dugaan intimidasi terhadap pegawai dalam proses penggalangan dukungan bagi salah satu calon, maka hal tersebut berpotensi mencederai prinsip demokrasi serta tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

“Proses seleksi direksi semestinya mengedepankan aspek kompetensi, rekam jejak, integritas, dan profesionalitas. Jika terdapat tekanan terhadap pegawai, tentu hal ini perlu ditelusuri secara objektif,” demikian pernyataan resmi Pemuda LIRA.

Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa jabatan strategis di lingkungan BUMD tidak seharusnya diwarnai praktik yang mengarah pada mobilisasi dukungan atau pengkondisian tertentu. Kepercayaan publik terhadap kepemimpinan perusahaan daerah, menurut mereka, sangat bergantung pada proses yang transparan dan akuntabel.

Sebagai BUMD yang memiliki peran vital dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat, Perumda Tirta Pakuan dinilai harus menjaga stabilitas internal serta profesionalitas manajemen. Proses seleksi direksi yang bersih dan terbuka disebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pelayanan publik.

Dalam pernyataannya, Pemuda LIRA Bogor Raya menyampaikan beberapa poin sikap, antara lain:

  • Mendorong Wali Kota Bogor selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk menyampaikan secara transparan parameter dan mekanisme penetapan tiga nama calon direksi.

  • Meminta klarifikasi resmi atas dugaan intimidasi terhadap pegawai serta memastikan perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di internal perusahaan.

  • Mengajak aparat pengawas internal maupun eksternal untuk melakukan pengawasan apabila ditemukan indikasi maladministrasi.

  • Menyatakan kesiapan mengawal proses ini secara konstitusional demi menjaga kepentingan masyarakat.

Pemuda LIRA menegaskan bahwa BUMD harus dikelola secara profesional dan bebas dari kepentingan sesaat. Kepentingan pelayanan publik, khususnya masyarakat Kota Bogor, disebut harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan strategis.

Organisasi tersebut memastikan akan terus memantau perkembangan proses seleksi direksi dan berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas serta menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik.

Komentar