RASIOO.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang periode 2026–2028 resmi dilantik di Gedung Seni Budaya, Senin 2 Februari 2026. Mengusung tema “Kembali Kepada Amanat Penderitaan Rakyat”, momentum ini menjadi penegasan arah gerak organisasi: berpihak pada keresahan warga dan mengawal kebijakan publik secara kritis.
Mewakili Wali Kota Tangerang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menekankan pentingnya konsistensi ideologi dan daya juang kader. Ia mengingatkan agar pengurus yang baru dilantik memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai kompas perjuangan.
“Pengurus harus sungguh-sungguh memahami AD/ART agar arah perjuangan tetap pada semangat Indonesia yang berdaulat. Jangan menyimpang. Nakal boleh, tapi jangan kelewatan,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Kaonang berharap GMNI mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara dukungan dan kontrol terhadap kebijakan publik.
Apresiasi dan Harapan KNPI
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang, Dede Maulana Faisal, turut mengapresiasi pelantikan tersebut, khususnya kepada Ketua DPC terpilih Elwin Mendrofa dan jajaran pengurus.
“Selamat kepada Bung Elwin Mendrofa dan seluruh pengurus. Kami berharap GMNI menjadi bagian dari organisasi Cipayung yang aktif mengawal kebijakan pemerintah Kota Tangerang,” ujarnya.
Ia menegaskan KNPI siap menjadi ruang kolaborasi bagi GMNI dalam menyerap dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Sinergi antarlembaga kepemudaan dinilai penting untuk memperkuat dinamika pembangunan daerah.
Fokus Advokasi Isu Strategis
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kota Tangerang, Elwin Mendrofa, menegaskan organisasi yang dipimpinnya akan fokus pada persoalan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Tema ini bukan sekadar slogan. Keresahan masyarakat adalah dasar kerja-kerja organisasi kami periode 2026–2028,” tegas Elwin.
Ia menyebut sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian GMNI, mulai dari persoalan sampah yang belum optimal tertangani, dinamika di sektor pendidikan, hingga kualitas pembangunan kota yang dinilai masih perlu pengawasan serius.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut berdampak langsung pada kehidupan warga dan harus dikawal secara konsisten.
Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Untuk menjawab tantangan itu, GMNI Kota Tangerang akan mengedepankan langkah advokasi dan mendorong gagasan konstruktif kepada instansi pemerintahan.
“Advokasi menjadi langkah utama. Selain itu, kami akan memberikan dorongan ide dan gagasan di setiap instansi pemerintahan agar kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkas Elwin.
Pelantikan ini menjadi titik awal komitmen GMNI Kota Tangerang untuk hadir sebagai kekuatan mahasiswa yang progresif—tidak hanya bersuara, tetapi juga bergerak dan menawarkan solusi. Di tengah kompleksitas persoalan kota, GMNI menegaskan diri sebagai penjaga amanat penderitaan rakyat.













Komentar