RASIOO.id – Aparat gabungan TNI-Polri membongkar sebuah kamp yang diduga menjadi basis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Kali Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada awal Maret 2026.
Operasi dilakukan di kawasan Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire. Lokasi tersebut disebut-sebut menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata yang diduga berada di bawah komando Daniel Aibon Kogoya, yang dikenal sebagai Danyon Ndulamo Kodap III Ndugama.
Kontak Tembak Warnai Penyisiran
Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi dimulai pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Saat tim patroli mendekati titik yang dicurigai sebagai markas, terjadi baku tembak singkat.
Kelompok bersenjata tersebut kemudian mundur dan melarikan diri ke arah hutan setelah mendapat tekanan dari aparat. Penyisiran lanjutan dilakukan untuk memastikan lokasi benar-benar steril.
Ratusan Amunisi hingga Uang Tunai Diamankan
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut. Di antaranya:
561 butir amunisi berbagai jenis kaliber
10 magazen senjata laras panjang
Uang tunai senilai Rp79,7 juta
5 unit handy talky (HT)
12 unit telepon genggam
Perlengkapan lapangan lainnya
Barang-barang tersebut kini diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Satu Prajurit Luka Ringan
Dalam insiden kontak senjata tersebut, satu personel TNI dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan proyektil yang memantul. Namun, kondisinya dipastikan stabil dan telah mendapatkan penanganan medis.
Upaya Persempit Ruang Gerak
Melalui keterangan resmi, Humas Polri menyampaikan bahwa pembongkaran kamp ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mempersempit ruang pergerakan serta memutus jalur logistik kelompok bersenjata di wilayah Nabire dan sekitarnya.
Aparat juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga situasi keamanan di Papua Tengah, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman.
Operasi ini menjadi sinyal bahwa aparat keamanan terus meningkatkan pengawasan terhadap wilayah-wilayah yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata, guna menjaga stabilitas dan ketertiban di daerah tersebut.









Komentar