RASIOO.id – Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Mulai dari tingginya angka pengangguran, penguatan ekonomi masyarakat, hingga infrastruktur seperti jalan rusak dan persoalan banjir.
Turidi mendorong Pemkot Tangerang di bawah kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan untuk menghadirkan berbagai terobosan nyata, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, persoalan pengangguran masih menjadi tantangan utama yang perlu segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
“Persoalan utama hari ini adalah pengangguran. Pemerintah Kota harus mampu menghadirkan solusi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Ini harus menjadi fokus utama,” ujar Turidi, Kamis, 5 Maret 2026.
Selain itu, Turidi juga mendorong pemerintah untuk memaksimalkan program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru serta mendorong perputaran ekonomi di Kota Tangerang.
“Program ini bisa menjadi salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang itu menilai, sinergi antara seluruh elemen pemerintahan menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan. Ia berharap pemerintah mampu membangun gerakan bersama dari tingkat bawah hingga tingkat atas.
“Harus ada satu gerakan bersama untuk membangun Kota Tangerang dengan serius dan totalitas,” tegasnya.
Di sisi lain, Turidi juga menyinggung berbagai persoalan perkotaan yang masih sering dikeluhkan masyarakat, seperti masalah sampah, kemacetan lalu lintas, hingga kondisi jalan rusak yang harus segera mendapat perhatian.
“Persoalan seperti sampah, kemacetan, dan jalan rusak adalah masalah klasik di kota besar. Itu wajib diselesaikan dengan langkah nyata,” katanya.
Turidi pun mendorong Pemkot Tangerang untuk terus mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Ia mengusulkan adanya zona-zona usaha baru serta dukungan bagi generasi muda agar dapat berkreasi dan berinovasi secara ekonomi.
“Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berkembang, misalnya melalui ekonomi kreatif, zona usaha, hingga program stimulan untuk wirausaha,” jelasnya.
Meski demikian, Turidi menilai kinerja pemerintahan Sachrudin–Maryono Hasan sejauh ini sudah menunjukkan perkembangan positif, meski baru memasuki tahun pertama masa kepemimpinan.
Ia menilai berbagai pembangunan yang berjalan serta penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Tangerang menjadi indikator adanya kemajuan dalam tata kelola pemerintahan.
“Ini baru satu tahun pemerintahan berjalan, tetapi sudah banyak pembangunan yang terlihat dan berbagai penghargaan yang diraih oleh Pak Sachrudin,” ungkapnya.
Turidi juga menyoroti peningkatan layanan kesehatan di Kota Tangerang. Menurutnya, fasilitas di RSUD Kota Tangerang kini semakin lengkap dan mampu melayani masyarakat dengan dukungan BPJS Kesehatan.
“Sekarang masyarakat tidak harus jauh-jauh berobat ke rumah sakit besar seperti Harapan Kita atau Dharmais. Di RSUD Kota Tangerang alatnya sudah canggih dan layanan sudah di-cover BPJS,” ujarnya.
Dalam hal pembangunan infrastruktur, Turidi menekankan pentingnya integrasi program pembangunan antara pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat. Hal tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan perkotaan dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Sebagai contoh, ia menyinggung upaya penanganan banjir di wilayah Tangerang Raya yang salah satunya dilakukan melalui normalisasi Sungai Cirarab serta perbaikan sistem drainase di berbagai wilayah Kota Tangerang.
“Dengan normalisasi sungai dan perbaikan drainase, saya yakin pemerintah mampu mengantisipasi banjir sekaligus memperbaiki kerusakan jalan yang sering terjadi akibat genangan air,” pungkasnya.















Komentar