RASIOO.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB memicu terjadinya longsor di Kampung Tegalega RT 03 RW 01, Kelurahan Tegal Lega.
Peristiwa tersebut membuat warga setempat langsung bergerak cepat melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali saluran air yang tertutup.
Ketua RT 03 RW 01 Tegalega, Hendra Ashadi, menjelaskan bahwa longsor diduga terjadi akibat meningkatnya debit air yang tidak mampu tertampung oleh saluran drainase yang ada di wilayah tersebut.
“Karena dari debit air, kemungkinan dari selokan penuh tidak ketampung dari atas sudah penuh lalu belok ke sini, jadi airnya menumpuk di titik ini,” ujar Hendra kepada rasioo.id.
Ia juga menambahkan bahwa air yang masuk ke gang tersebut tidak hanya berasal dari satu arah, melainkan juga dari Jalan Tegalega yang kapasitas salurannya sudah penuh sehingga meluap ke area permukiman warga.
“Dari jalan lain juga sering masuk ke sini. Kalau kapasitasnya sudah penuh, airnya masuk ke dalam gang,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, satu rumah milik warga bernama Mahari yang berada di posisi lebih rendah terdampak genangan air karena saluran air tertutup oleh material longsor.
Usai kejadian, warga sekitar langsung bergotong royong membersihkan area longsor serta membuka kembali jalur air agar tidak terjadi genangan jika hujan kembali turun.
“Untuk sementara kita kondisikan dulu supaya nanti kalau hujan lagi air tidak tergenang. Kita kasih jalur aliran air dulu, selokannya dibersihkan sebisa mungkin,” kata Hendra.
Menurutnya, sebelum kejadian longsor, area tersebut sebenarnya sudah diperkuat dengan pondasi bata. Namun derasnya aliran air membuat tanah di sekitarnya tetap mengalami pergerakan.
Ke depan, pemerintah disebut berencana melakukan perbaikan saluran air secara menyeluruh dari bagian atas hingga ke bawah wilayah tersebut pada bulan Juli mendatang.
Sambil menunggu perbaikan tersebut, warga berinisiatif melakukan penanganan sementara dengan swadaya.
“Dikit-dikit lah sebisa mungkin dari dana warga juga,” tutup Hendra.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perawatan drainase dan kewaspadaan warga, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Kota Bogor. (Hana)











Komentar