Pedagang Pasar Bogor Mulai “Hidupkan” Pasar Gembrong Sukasari, Meski Sewa Tembus Jutaan

RASIOO.id – Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Gembrong Sukasari mulai menggeliat. Sejumlah pedagang eks Pasar Bogor kini perlahan menempati kios-kios baru sejak proses relokasi dilakukan.

Salah satunya adalah Ramdan, penjual tahu yang memilih bertahan dan membuka lapak di lokasi baru tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kedekatan dengan konsumen menjadi pertimbangan utama dalam menentukan tempat berjualan.

“Sebenarnya sih mungkin dilihat dari konsumennya ya, terjangkau apa enggaknya. Kalau misalkan seperti di Jambu kan terlalu jauh, kalau di sini masih bisa dijangkau,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (28/3/2026).

Namun, kepindahan ini bukan tanpa tantangan. Ramdan mengaku biaya sewa kios di Pasar Gembrong Sukasari tergolong tinggi, terutama untuk lapak yang dikelola pihak swasta.

“Di sini tinggi semua. Satu petak saja bisa lebih dari Rp3 juta per bulan. Kalau dua lubang, bisa sampai Rp6 juta lebih,” ungkapnya.

Meski harus menanggung biaya operasional yang meningkat, para pedagang tetap memilih bertahan. Mereka mengandalkan perpindahan arus konsumen yang kini terpusat di lokasi baru.

“Karena di Bogor sekarang sudah enggak ada, jadi semuanya larinya ke sini. Mau enggak mau konsumen juga ke sini,” tambah Ramdan.

Saat ini, area lantai bawah Pasar Gembrong Sukasari yang diisi pedagang kebutuhan pokok seperti sayuran, daging, dan buah-buahan dilaporkan telah terisi penuh. Kondisi ini menandakan bahwa roda perekonomian mulai kembali berputar, meski di tengah tekanan biaya yang tidak sedikit.

Relokasi ini menjadi babak baru bagi para pedagang untuk bertahan sekaligus beradaptasi, demi menjaga keberlangsungan usaha di tengah perubahan lokasi dan dinamika pasar.

Komentar