RASIOO.id — Video yang menarasikan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pegiat trail run di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, ramai beredar di media sosial. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal berbeda.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah pungli, melainkan upaya petugas untuk mengarahkan pengunjung agar melalui jalur resmi.
Kejadian itu berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, di jalur tracking Paniisan, salah satu rute populer bagi wisatawan dan pegiat olahraga alam di kawasan Sentul.
Menurut Ria, jalur resmi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangtengah memang memberlakukan tarif masuk sebesar Rp15.000 per orang. Biaya tersebut bukan sekadar tiket biasa, melainkan sudah mencakup berbagai fasilitas keselamatan.
“Setiap tiket dilengkapi dengan asuransi dari PT Jasaraharja Putera. Selain itu, di pos resmi juga tersedia tandu, perlengkapan P3K, hingga tim evakuasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya, Minggu (29/3/2026).
Ria juga mengungkapkan bahwa video yang viral memperlihatkan situasi di jalur tidak resmi, atau yang kerap disebut “jalan tikus”. Jalur tersebut biasa digunakan sebagian pegiat trail run untuk menghindari pos tiket.
“Lokasi dalam video itu berada sebelum pos resmi. Banyak pegiat trail run yang memilih jalur alternatif agar tidak melewati pos tiket,” ujarnya.
Karena itu, petugas ditempatkan di titik-titik jalur tidak resmi untuk mengarahkan para pengunjung agar tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
“Petugas bukan meminta uang seperti yang dinarasikan, tetapi hanya mengarahkan agar mereka masuk melalui jalur resmi demi keamanan dan ketertiban,” tegas Ria.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap mengikuti aturan yang berlaku saat beraktivitas di kawasan wisata alam.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memahami bahwa kebijakan tiket dan pengaturan jalur dilakukan demi keselamatan bersama, bukan untuk melakukan pungutan liar seperti yang sempat viral di media sosial.













Komentar