Dedie A Rachim Tanggapi “Ucing-Ucingan” PKL di Jalan Lawang Seketeng: Relokasi Jadi Solusi, Banyak Keuntungan!

Isi Berita:
RASIOO.id – Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali berjualan di Jalan Lawang Seketeng meski Pemkot Bogor telah menyediakan tempat relokasi. Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyebut kondisi ini sebagai “kucing-kucingan” antara pedagang dan pemerintah, namun menekankan bahwa niat Pemkot adalah untuk meningkatkan marwah dan kesejahteraan PKL.

“Solusinya menempatkan mereka di sekitar Jambu Dua dan Sukasari. Kalau masih bandel, tentu kita juga kasian sama mereka kucing-kucingan sama kita,” ujarnya. Dedie menekankan, Pemkot ingin mengangkat harkat pedagang dari PKL menjadi pemilik kios atau los dengan berbagai keuntungan.

Salah satunya, akses terhadap kredit usaha rakyat (KUR) dari beberapa bank yang telah menyiapkan ratusan miliar rupiah. Selain itu, pedagang juga bisa mendapatkan kredit tanpa agunan dari Permodalan Nasional Madani (PNM), khusus bagi UMKM dengan NPWP kecil, hanya dipotong 0,5 persen.

“Ini bukan kredit tanpa angsuran, tapi kredit tanpa agunan. Kalau kredit tanpa angsuran, saya juga mau, tapi difasilitasi sama kita,” tambahnya.

Dedie menjelaskan kendala relokasi PKL, salah satunya kurangnya rasa kepemilikan terhadap kota Bogor sehingga masih fokus pada kepentingan pribadi. Ia juga menyinggung keluhan warga terkait penutupan jalan dan penumpukan sampah hingga puluhan ton.

“Dari hasil pengecekan, sampah kini berkurang 60 persen. Artinya 40 persen sisanya adalah PKL yang belum mau ikut program kita,” jelas Dedie.

Ia menegaskan, daripada “kucing-kucingan” di jalan, lebih baik pedagang mendaftar ke pasar dan mengikuti program relokasi. Banyak insentif dan keuntungan yang bisa didapatkan, sekaligus membantu penataan kota agar lebih tertib dan bersih.

“Kalau mereka ikut program pemerintah, banyak keuntungan. Ini juga bukti progres penataan kota, sampah berkurang, akses lebih teratur, dan pedagang bisa sejahtera,” pungkas Dedie.

Komentar