RASIOO.id – Warga Parung Kored, RW 02 RT 01, Kelurahan Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang mengeluhkan genangan air yang terus mengepung permukiman dalam beberapa waktu terakhir.
Warga menilai tembok pembatas lahan dan aktivitas pengurugan tanah di sekitar lokasi memicu genangan. Kondisi itu menghambat aliran air hujan dan saluran pembuangan warga.
Salah satu warga, HS, menyebut Anggota DPRD Kota Tangerang, Jamaluddin, ikut menjembatani komunikasi antara warga, pihak perusahaan pengelola lahan, dan pemerintah. Ia hadir dalam pertemuan di kantor kelurahan sebagai perwakilan perusahaan.
“Waktu itu PT diwakili Pak Haji Jamal. Katanya akan dibuat drainase, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Warga menegaskan pengurugan lahan menutup saluran air dan memicu genangan berulang. Mereka juga menyebut wilayah itu tidak pernah mengalami banjir sejak 1990.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, Zamaludin, membantah tudingan tersebut.
Ia menegaskan tidak menutup saluran apa pun. Ia menyebut aliran air dari permukiman warga selama ini mengarah ke lahannya yang sebelumnya masih kosong.
Zamaludin menjelaskan, sebelum ia membeli lahan itu, warga memanfaatkan area tersebut sebagai tempat pembuangan air karena terdapat empang. Karena posisi tanah lebih rendah, ia lalu mengurug lahan setinggi sekitar 50 sentimeter dengan material puing agar air tidak menggenang.
Ia juga membangun sebagian saluran air secara mandiri dan mengusulkan pembangunan drainase permanen ke Pemerintah Kota Tangerang. Ia menyebut usulan itu sudah masuk rencana anggaran dan kini tinggal menunggu pelaksanaan.
“Sebagian sudah saya bangun, sisanya kemungkinan dikerjakan pertengahan tahun ini melalui ABT. Dinas juga sudah cek ke lapangan,” jelasnya.
Terkait aliran air, ia mengarahkan pembuangan ke kawasan Metro Permata sebagai jalur yang tersedia.
Zamaludin menegaskan ia tidak berniat menghambat aliran air warga dan ingin mendorong solusi bersama.
Sementara itu, ia belum merealisasikan rencana pembangunan fasilitas olahraga di lahan tersebut. Saat ini, lahan itu masih kosong dan baru masuk tahap pondasi batas.















Komentar