Api Melalap Permukiman Asrama Polisi Ciledug Kota Tanggerang, Puluhan Rumah Hangus dalam Hitungan Jam

RASIOO.id – Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Jalan Asrama Polisi, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis 16 Aapril 2026. Sedikitnya 20 rumah warga hangus setelah api menyebar cepat di kawasan tersebut.

Laporan pertama masuk pukul 16.05 WIB melalui warga dan layanan darurat 112. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar tujuh menit kemudian untuk melakukan penanganan awal.

Api terus membesar dan menjalar ke bangunan lain. Petugas berjibaku selama lebih dari tiga jam hingga akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 19.10 WIB. Proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Sebanyak 52 personel turun langsung dalam operasi ini. Mereka mengerahkan 15 unit armada dari berbagai pos, mulai dari Mako BPBD, UPT Ciledug, Pos Pinang, UPT Ceper, hingga bantuan dari Pos Joglo, Jakarta Barat.

Dugaan awal, kebakaran dipicu dari kompor milik warga. Namun, penyebab pasti masih ditelusuri pihak berwenang.

Di tengah kepanikan, warga berusaha menyelamatkan barang seadanya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski begitu, kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut.

“Kejadian ini jadi pengingat penting bagi kita semua untuk lebih waspada, terutama di lingkungan padat penduduk,” ujarnya.

Ia menegaskan, tim gabungan bergerak cepat sejak awal kejadian. Selain memadamkan api, petugas juga fokus mengevakuasi warga dan memastikan lokasi aman dari potensi kebakaran susulan.

Saat ini, BPBD bersama dinas terkait mulai menangani fase pascakejadian. Pendataan korban terdampak dan kebutuhan mendesak warga terus dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Mahdiar juga mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati terhadap potensi sumber api di rumah.

“Perhatikan instalasi listrik, penggunaan kompor, dan jangan tinggalkan sumber api tanpa pengawasan. Pencegahan itu kunci,” tegasnya.

Di tengah kondisi sulit ini, pemerintah memastikan akan terus hadir mendampingi warga terdampak hingga proses pemulihan berjalan.

Peristiwa ini kembali jadi alarm bagi masyarakat perkotaan. Di kawasan padat, satu titik api bisa berubah jadi bencana besar dalam waktu singkat.

Komentar