RASIOO.id – Baru-baru ini publik dikejutkan oleh pernyataan seorang tokoh nasional, Jusuf Kalla, yang menyinggung perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo hingga menjadi presiden.
Barangkali benar, jasanya tidak kecil. Namun, klaim sebagai pihak yang paling berjasa terasa berlebihan. Perjalanan politik seseorang—terlebih hingga ke kursi presiden—tidak pernah berdiri di atas satu peran saja. Banyak tangan, banyak faktor, dan tentu juga kehendak waktu serta dukungan rakyat.
Memang, ada cerita bahwa Jusuf Kalla ikut berperan mendorong Joko Widodo masuk ke panggung politik nasional. Dari Solo ke Jakarta, hingga akhirnya menjadi Gubernur DKI berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama. Namun kemenangan itu jelas bukan kerja satu orang.
Belum genap satu periode sebagai gubernur, langkah politik berlanjut ke Pilpres 2014. Di titik itu, justru Jusuf Kalla kembali menjadi Wakil Presiden untuk kedua kalinya—kali ini berpasangan dengan Joko Widodo. Ini menunjukkan bahwa relasi dalam politik sering kali bersifat timbal balik.
Di sinilah kita bisa bercermin.
Terkadang, cara berpikir kita tidak jauh berbeda. Kita mudah mengingat kebaikan yang pernah kita berikan, tetapi kurang jujur melihat motif di baliknya. Apakah benar murni membantu? Atau ada harapan tertentu—karier, relasi, atau kepentingan lain?
Kita merasa sebagai subjek yang memberi, namun lupa bahwa kita juga sering menjadi objek yang menerima. Kita menganggap diri telah berbuat tanpa pamrih, padahal mungkin ada harapan tersembunyi yang tidak terpenuhi.
Perasaan itu kemudian muncul saat emosi memuncak. Dalam hati, atau bahkan terucap: “Kalau bukan karena saya…” “Kalau dulu saya tidak bantu…”
Klaim-klaim seperti itu sering lahir bukan dari kebenaran objektif, melainkan dari kekecewaan yang tidak terkelola.
Karena itu, barangkali yang perlu kita jaga bukan hanya perbuatan baik, tetapi juga niat dan keikhlasan. Sebab kebaikan yang terus diungkit, perlahan kehilangan nilainya.
Dan ketika hati mulai sempit, mungkin benar—obat paling sederhana adalah istighfar.
Saeful Ramadhan
CEO yang menyamar








![87d83e36-8114-4b03-8094-c378347b4e5e Umat Muslim saat melaksanakan salat tarawih di Masjid Baitul Faizin Bogor [Selo/RASIOO]](/wp-content/uploads/2023/03/87d83e36-8114-4b03-8094-c378347b4e5e-1024x680.jpg)
![cdc5a18b-3ed2-4bde-bb28-f3311e816d13 Umat Muslim saat melaksanakan salat tarawih di Masjid Baitul Faizin Bogor [Selo/RASIOO]](/wp-content/uploads/2023/03/cdc5a18b-3ed2-4bde-bb28-f3311e816d13-1024x682.jpg)

Komentar