RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik segera masuk tahap awal pembangunan. Peletakan batu pertama direncanakan berlangsung pada Juni 2026 di kawasan Galuga.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan sejumlah pihak.
“Batch pertama di Galuga. Kemarin sudah ditandatangani oleh wali kota, bupati, gubernur, dan Menko Pangan terkait PKS,” ujarnya di Balaikota Bogor, Kamis, 23 April 2026.
Ia menjelaskan, proyek ini akan dimulai dengan tahap awal atau batch pertama di Galuga, yang masuk dalam skema pengelolaan sampah wilayah Bogor Raya, mencakup Kota dan Kabupaten Bogor.
Peletakan batu pertama dijadwalkan pada Juni 2026 dan disebut sebagai proyek pertama di Indonesia dalam skema tersebut.
Untuk kapasitas, pengolahan di Galuga ditargetkan mencapai 1.500 ton sampah per hari. Rinciannya, Kota Bogor menyuplai 500 ton, sementara Kabupaten Bogor sebesar 1.000 ton.
Sementara itu, tahap berikutnya atau batch kedua akan berlokasi di Kayumanis. Proyek ini masuk dalam skema aglomerasi antara Kota Bogor dan Kota Depok.
“Kalau di Kayumanis, kuotanya 1.000 ton. Kota Bogor 300 ton per hari, Kota Depok 700 ton,” jelasnya.
Dalam sosialisasi yang digelar, turut hadir perwakilan dari Danantara dan Kementerian Lingkungan Hidup yang memaparkan rencana teknis kepada masyarakat.
Terkait akses distribusi sampah, Pemkot memastikan jalur pengangkutan tidak akan melalui jalan lingkungan warga.
“Aksesnya dari Jalan Sholeh Iskandar langsung, jadi tidak lewat jalan lingkungan,” tutupnya. (Hana)












Komentar