Empati Ditekankan dalam Pendidikan Sekolah Rakyat, Kemensos Minta Guru Pahami Kondisi Siswa

RASIOO.id— Pendekatan pendidikan yang lebih humanis tengah didorong pemerintah melalui program sekolah rakyat. Kementerian Sosial RI mengimbau para tenaga pendidik untuk mengedepankan empati dalam mendampingi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa sekolah rakyat dirancang khusus untuk masyarakat miskin agar memperoleh akses pendidikan yang layak. Oleh karena itu, pendekatan pengajaran yang digunakan tidak bisa disamakan dengan sekolah pada umumnya.

Menurutnya, para siswa datang dari latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam, sehingga membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Empati menjadi kunci penting. Para tenaga pendidik diharapkan dapat memahami kondisi siswa yang tidak semuanya berada dalam kecukupan,” ujarnya pada Kamis malam, 24 April 2026.

Ia menambahkan, pemahaman tersebut penting agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif tanpa memberikan tekanan berlebih kepada siswa. Dalam tahap awal, adaptasi menjadi tantangan utama yang harus dihadapi bersama.

Para siswa, lanjutnya, membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk kebiasaan belajar yang mungkin berbeda dari sebelumnya. Karena itu, tenaga pendidik diminta untuk tidak memaksakan capaian dalam waktu singkat.

Program sekolah rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan penuh empati, diharapkan proses pendidikan dapat berjalan optimal dan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para siswa.

Komentar