Lagi dan Lagi, Truk Tambang Telan Korban di Rumpin Bogor

RASIOO.id – Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) melalui Junaedi Adi Putra meminta truk angkutan hasil tambang di wilayah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, mematuhi aturan jam operasional sesuai peraturan bupati (Perbup).

Hal tersebut dinilai penting agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjaga.

Junaedi menyampaikan, permintaan itu disampaikan menyusul kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tambang dengan sepeda motor di wilayah tersebut. Dalam peristiwa itu, seorang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas truk.

Menurutnya, korban yang mengendarai sepeda motor bersama dua penumpang lainnya sempat bersenggolan dengan kendaraan lain hingga terjatuh. Tubuh korban terpental ke arah kanan jalan, sementara kepalanya berada tepat di jalur ban belakang truk hingga akhirnya tergilas.

“Kalau dua penumpang motor lainnya, yakni Mulyani (48) dan Zubaidah (50), warga Kampung Tajur, Desa Pamagersari, Kecamatan Parung, terjatuh ke sisi kiri jalan dan hanya mengalami luka ringan,” ujar Junaedi.

Ia menilai, peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan truk tronton dan sepeda motor di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor.

Junaedi menyebut, tingginya angka kecelakaan tersebut diduga terjadi karena masih banyak truk tambang yang tidak mematuhi aturan jam operasional yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Selain itu, ia juga mempertanyakan ketegasan pihak berwenang dalam mengatur lalu lintas kendaraan tambang di jalur-jalur yang dilintasi masyarakat.

“Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Rumpin masih belum memiliki kesiapan dalam tata kelola jalur kendaraan truk tambang. Para pengusaha juga dinilai masih belum mau menaati peraturan yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, aturan yang kerap diabaikan tidak hanya berkaitan dengan jam operasional kendaraan tambang, tetapi juga menyangkut regulasi lain seperti pertambangan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, hingga aturan terkait jalan dan lalu lintas.

AGJT pun berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat memperketat pengawasan terhadap operasional truk tambang agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Komentar