RASIOO.id – Pemerintah Kota Bogor mulai bergerak cepat setelah muncul laporan penemuan ikan sapu-sapu di beberapa titik wilayah. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan.
Ia menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, termasuk melibatkan menteri dan wakil menteri untuk mencari solusi bersama.
“Ke depan kita akan koordinasi dengan kementerian, supaya ada langkah bersama dalam menangani ikan sapu-sapu yang sifatnya merusak ekosistem,” ujar Dedie saat ditemui di Kebun Raya Bogor, Sabtu, 25 April 2026.
Fenomena ini sebelumnya juga sempat terjadi di Jakarta, di mana populasi ikan sapu-sapu meningkat drastis karena kemampuan berkembang biak yang cepat. Dampaknya, ikan ini mendominasi habitat dan mengganggu keberadaan spesies lokal.
Dedie mengakui bahwa kondisi ini cukup mengejutkan bagi Pemerintah Kota Bogor. Bahkan, sempat muncul informasi bahwa ikan sapu-sapu dimanfaatkan sebagai bahan campuran makanan seperti siomay, meski hal tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.
Untuk penanganan, Pemkot Bogor berencana mempelajari metode yang sudah diterapkan di daerah lain, khususnya Jakarta. Namun, ia menegaskan bahwa proses pemusnahan tetap harus memperhatikan aspek etika dan tata cara yang sesuai.
“Ini makhluk hidup, jadi tetap ada cara-cara yang harus diperhatikan dalam proses penanganannya,” tambahnya.
Saat ini, pemerintah masih melakukan pemetaan lokasi penemuan ikan sapu-sapu serta menyiapkan langkah teknis lanjutan agar penyebarannya tidak semakin luas.














Komentar