Kisruh Dugaan Mal dan Hotel di Bogor Buang Air Limbah ke Sungai, Dedie Rachim : Segera Kita Cek!

RASIOO.id – Polemik dugaan pencemaran sungai dari air limbah milik hotel dan mal di wilayah Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, kini tengah jadi sorotan.

Musababnya, Lurah Tegallega Hardi Suhardiman secara gamblang mengatakan bahwa beberapa hotel dan mal, seperti Mal Botani dan Hotel Santika, diduga membuang air limbah ke Sungai Ciparigi, yang ada di wilayahnya.

Ia menyebut, masalah lingkungan menjadi tantangan berat di wilayahnya, terutama terkait aliran Sungai Ciparigi.

Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman saat mengecek kondisi Sungai Ciparigi. (ist)

Hardi juga menyoroti aliran limbah cair yang berasal dari kawasan komersial seperti Botani Square hingga Hotel Santika yang bermuara ke Sungai Ciparigi.

​Menurut laporan yang diterimanya, air yang mengalir ke sungai tersebut sering kali berwarna putih, yang mengindikasikan adanya pencemaran sekaligus memicu pendangkalan penyebab banjir.

‎”Kita sudah melakukan teguran, baik tertulis maupun lisan kepada pihak Botani Square dan Hotel Santika,” ujar Hardi.

Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada respons dari pihak terkait dan belum mendapat hasil laboratorium air limbah.

‎”Saya juga pernah meminta kepada pihak Hotel Santika, hasil laboratoriumnya, bahwa limbah yang di buang ke Sungai Ciparigi itu tidak berdampak untuk masyarakat, karena limbah tersebut mengeluarkan bau,” tutur dia.

‎”Dampaknya bau dan juga otomatis air jadi meningkat, pipa Botani itu besar sekali,” imbuh Hardi.

Ia juga mengaku tidak tahu seperti apa pengelolaan limbah dari kawasan komersil tersebut.

Senada, salah satu warga Ketua RT 05/ RW 04 Dadi Jumadi membenarkan kondisi air sungai Ciparigi yang secara kasat mata terlihat tercemar.

‎”Memang ketika air itu keluar dari pipa mengeluarkan bau yang tidak enak, seperti bau Seprictank,” ujar Dadi.

“‎Memang tidak setiap hari limbah itu keluar, ketika ada pengurasan air baru air limbah itu keluar,” tambah dia.

‎Ia menjelaskan jika air berwarna putih dari salah satu pipa tersebut.

‎”Cuma dari kualitas airnya itu memang tidak bagus kalau keluar ke sungai air limbah itu keluarnya berwarna putih. ‎Jadi memang ada dua pipa yang satu pipa kecil itu dari Hotel Santika dan yang besar itu dari Botani Square,” tambah dia.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku akan segera mengusut laporan warga terkait dugaan pencemaran air Sungai Ciparigi oleh sektor komersil tersebut.

Namun terlebih dahulu akan menunggu laporan dari aparat kewilayahan terkait, mulai dari lurah hingga camat.

‎”Saya lagi nunggu laporan hari ini dari Lurah dan Camat nanti ya,” ujar Dedie saat di Dekrelasi Kencana di Kantor BPBD pada Kamis, 30 April 2026.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti dan rinci tentang praktik pencemaran yang diduga dilakukan hotel dan mal itu.

Dedie mengatakan, Pemkot Bogor perlu mengumpulkan data lengkap, termasuk terkait cara pembuangan limbah, lokasi pembuangan, hingga dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

“Saya belum tahu praktiknya pencemaran‎ itu, cara membuangnya seperti apa, ke mana membuangnya. Nanti kita panggil dan kita terima informasi yang lebih detail dari Lurah.” tutup Dedie.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Hotel Santika maupun Mal Botani Square merespons dugaan tersebut. (Hana)

Komentar