Tepis Isu Cemari Sungai, Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor Tunjukkan Lokasi Pengolahan Limbah

RASIOO.id – Manajemen Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor mengklaim punya pengelolaan limbah yang baik, sehingga tidak mencemari sungai.

Hal itu merespons isu Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor turut mencemari sungai lantaran membuang air limbah.

Manajemen bersama jajaran Pemkot Bogor dan awak media diajak melihat area pengolahan limbah kawasan tersebut pada Senin, 4 Mei 2026.

‎Dalam peninjauan tersebut, pihak manajemen memperlihatkan proses teknis treatment limbah dari hulu hingga hilir.

‎Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa seluruh operasional perusahaan telah berjalan selaras dengan regulasi yang ditetapkan Pemerintah Kota Bogor.

‎Manajemen Hotel Santika Bogor dan Mal Botani Square, Harlan Bestari Bengardi, yang didampingi General Manager Hotel Santika Bogor, Denny Wiryadhana, dan GM Mal Botani Square, Lanny Kuputri, menegaskan bahwa sistem mereka bekerja secara preventif, bukan reaktif.

‎”Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Bogor dan jajaran manajemen untuk memastikan operasional kami sesuai dengan aturan main, Jika kapasitas sistem sudah mencapai 70 persen, kami bahkan sudah menyiapkan langkah pengembangan jauh-jauh hari,” kata dia, Senin 4 Mei 2026.

‎Meski secara teknis diklaim telah memenuhi standar, Harlan mengakui adanya celah dalam aspek komunikasi kepada masyarakat sekitar.

‎Ia menduga keluhan yang sempat muncul disebabkan oleh kurangnya edukasi mengenai cara kerja sistem pengolahan limbah perusahaan kepada penduduk, terlebih warga baru.

‎Untuk mengatasi hal tersebut, manajemen berencana melakukan langkah sosialisasi yang lebih intensif.

“Mungkin ada penduduk baru yang belum tersosialisasi, dan itu adalah fenomena yang kami tindak lanjuti. Ke depan, kami akan lebih intensif lagi berkoordinasi dengan Pak Lurah dan pihak terkait,” jelasnya.

Mengenai teknis pengolahan, manajemen menegaskan bahwa limbah dikelola secara mandiri melalui sistem yang terintegrasi.

Untuk limbah tertentu yang mengharuskan penanganan khusus, pihak manajemen bekerja sama dengan pihak ketiga yang dipilih melalui proses tender transparan sesuai regulasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Harlan menekankan bahwa Mal Botani Square dan Hotel Santika berada di bawah naungan manajemen profesional yang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat.

“Santika memiliki puluhan hotel di seluruh Indonesia, begitu juga dengan manajemen gedung kami. Kami tidak bekerja secara reaktif, tapi preventif. Jika kapasitas sudah mencapai 70 persen, persiapan pengembangan sistem sudah kami lakukan jauh-jauh hari,” tegas dia.

Pihak manajemen berharap, melalui klarifikasi dan tinjauan langsung ini, keresahan di masyarakat dapat mereda.

Pihaknya juga berharap rencana aksi massa atau demo yang santer terdengar akan digelar dalam waktu dekat dapat dipertimbangkan kembali karena seluruh dokumen dan fisik pengolahan limbah telah dinyatakan aman.

‎Sementara itu, ‎Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi keterbukaan pihak manajemen.

Ia menekankan bahwa kunci dari penyelesaian dinamika ini adalah kualitas komunikasi.

“‎Intinya ke depan kita perbaiki lagi komunikasi antara pihak Botani dengan wilayah, terutama terkait aduan-aduan yang sekiranya dirasakan oleh masyarakat. Itu yang utama,” pungkas Dheri.

Dengan adanya keterbukaan informasi, manajemen Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor berharap sinergi antara pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjaga demi pembangunan Kota Bogor yang berkelanjutan. (Hana)

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda