KORMI Kota Tangerang Resmi Dilantik, Siap Cetak Juara Umum dan Hidupkan Lagi Olahraga Tradisional

RASIOO.id – Semangat baru olahraga masyarakat mulai bergelora di Kota Tangerang. Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang resmi melantik jajaran pengurus masa bakti 2025–2029 dalam acara yang digelar di Gedung MUI Kota Tangerang, Sabtu 9 Mei 2026.

Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi KORMI Kota Tangerang untuk memperkuat olahraga rekreasi masyarakat sekaligus membangkitkan kembali permainan tradisional di tengah dominasi gadget dan dunia digital.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang, hingga perwakilan berbagai Induk Organisasi Olahraga (Inorga). Penampilan seni dance dan silat dari Inorga APBSI turut memeriahkan suasana pelantikan.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kota Tangerang, Sulfi Afriadi, menegaskan kepengurusan baru membawa misi besar untuk menjadikan olahraga rekreasi semakin dekat dengan masyarakat.

“Tema kita hari ini adalah Bersama Kormi Kota Tangerang untuk Mewujudkan Masyarakat yang Adil, Sehat, Bugar, dan Gembira,” ujarnya.

Menurut Sulfi, olahraga masyarakat tidak hanya soal kebugaran, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan pelestarian budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

Saat ini, KORMI Kota Tangerang memiliki sekitar 39 Inorga yang terbagi ke dalam tiga komisi utama, yakni Olahraga Tantangan dan Petualangan (OTP), Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB), serta Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK).

Dengan kekuatan tersebut, KORMI Kota Tangerang menargetkan prestasi besar pada ajang Porprov KORMI tingkat provinsi, terlebih Kota Tangerang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaannya.

“Kita akan genjot teman-teman Inorga untuk menyiapkan pegiat-pegiatnya dengan target Juara Umum,” tegas Sulfi.

Tak hanya fokus pada prestasi, KORMI Kota Tangerang juga mulai menaruh perhatian serius terhadap pelestarian permainan tradisional di kalangan anak-anak.

Salah satu program yang tengah disiapkan yakni pembentukan ekstrakurikuler olahraga tradisional di sekolah tingkat SD hingga SMP sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap telepon genggam dan permainan digital.

“Kita mau membentuk ekskul tradisional di sekolah-sekolah agar anak-anak tidak terus bermain HP,” jelasnya.

Selain itu, KORMI juga berencana menggelar berbagai kegiatan olahraga rekreasi rutin di 13 kecamatan yang dikolaborasikan dengan agenda masyarakat seperti Car Free Day hingga roadshow olahraga tradisional.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi, mengapresiasi langkah KORMI dalam menjaga eksistensi olahraga permainan tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda.

“KORMI harus bisa memasyarakatkan olahraga permainan yang ada agar tetap dikenal masyarakat,” ungkap Rusdi.

Ia menilai olahraga rekreasi memiliki nilai budaya yang penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, keberadaan ruang khusus permainan tradisional dinilai perlu diwujudkan di Kota Tangerang.

“Ke depan kita ingin KORMI punya tempat atau wadah permainan rekreatif bagi masyarakat dan anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menyebut KORMI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup sehat melalui olahraga masyarakat.

“Kita tidak boleh lihat belakang terus. Kita harus menatap masa depan dengan lebih bersemangat,” tegas Kaonang.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan KORMI Kota Tangerang dapat melahirkan lebih banyak kegiatan positif yang mampu menggerakkan masyarakat untuk hidup aktif, sehat, dan tetap mencintai budaya olahraga tradisional Indonesia.

Komentar