RASIOO.id – Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik dalam momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu 20 Februari 2026. Dalam sidang paripurna DPR RI, Presiden Prabowo mencatat sejarah baru dengan hadir langsung untuk membacakan sekaligus menyerahkan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Langkah tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan pemerintahan Indonesia. Pasalnya, agenda strategis mengenai arah kebijakan fiskal negara biasanya hanya disampaikan oleh Menteri Keuangan. Namun kali ini, Presiden Prabowo tampil langsung di hadapan anggota dewan untuk memaparkan visi besar pembangunan ekonomi nasional menuju tahun 2027.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih dinamis. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pangan, energi, hilirisasi industri, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia.
Suasana sidang berlangsung penuh perhatian. Sejumlah anggota DPR memberikan apresiasi atas kehadiran langsung Presiden dalam agenda yang dinilai sangat penting bagi arah pembangunan nasional ke depan. Momen tersebut sekaligus memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun komunikasi politik dan ekonomi yang lebih terbuka kepada publik.
Di sisi lain, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini juga menjadi pengingat penting tentang semangat persatuan dan kebangkitan bangsa di tengah perubahan global yang cepat. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga optimisme serta memperkuat semangat gotong royong demi menghadapi tantangan masa depan.
Tak hanya isu politik dan ekonomi, perkembangan harga sejumlah komoditas penting juga menjadi perhatian publik hari ini. Pergerakan harga pangan, emas, dan energi dinilai akan sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.
Momentum Harkitnas 2026 pun terasa semakin bermakna dengan hadirnya pidato bersejarah Presiden Prabowo yang disebut menjadi simbol awal arah baru kebijakan ekonomi Indonesia menuju era pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan.










Komentar