RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan program Satu Sarjana Satu Desa tidak hanya terfokus pada satu perguruan tinggi tertentu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana menegaskan, pemilihan kampus dalam program beasiswa tersebut sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing desa.
“Jadi kan program itu di desa, jadi desa itu mendapatkan anggaran dari Bankeu untuk memberikan bantuan pendidikan beasiswa untuk menjadikan sarjana,” kata Hadijana, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, bantuan keuangan (Bankeu) yang diberikan pemerintah daerah digunakan desa untuk membantu warga melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana.
Namun, terdapat syarat bahwa perguruan tinggi tujuan harus berada di wilayah Kabupaten Bogor.
“Intinya desa itu dari bankeu memberikan beasiswa untuk warga masyarakat untuk menjadi sarjana. Tapi dengan catatan, perguruan tingginya yang berdomisili di Kabupaten Bogor,” lanjutnya.
Hadijana juga menepis isu adanya monopoli salah satu kampus dalam program tersebut.
Menurutnya, desa memiliki kewenangan penuh menentukan pola kerja sama dengan perguruan tinggi maupun mekanisme pemberian bantuan kepada mahasiswa penerima beasiswa.
“Kan itu mah bisa MoU atau memberikan ke perseorangan, jadi tinggal desa yang bersangkutan. Mau enggak, ketentuannya apa,” jelasnya.
Ia menyebut, terdapat banyak perguruan tinggi berkualitas di Kabupaten Bogor yang bisa dipilih desa sesuai kebutuhan dan minat calon mahasiswa.
“Banyak, ada 12 atau 14 kampus,” ujarnya.
Program Satu Sarjana Satu Desa sendiri menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.














Komentar