RASIOO.id – Kelurahan Sukaresmi mulai mengembangkan potensi ekonomi baru melalui produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbahan bunga telang dan keripik tempe. Langkah ini dilakukan setelah lahan perkebunan jambu merah yang dulu menjadi ciri khas wilayah tersebut kini banyak beralih fungsi menjadi kawasan perumahan.
Dahulu, Sukaresmi dikenal luas dengan hasil jus jambu merah yang segar. Namun, seiring perkembangan wilayah, pohon-pohon jambu yang dulu mendominasi perlahan menghilang dan berganti menjadi deretan kompleks hunian.
Melihat kondisi tersebut, pihak kelurahan bersama warga mulai mencari peluang usaha baru yang tidak membutuhkan lahan luas, tetapi tetap memiliki nilai ekonomi.
Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah mengatakan, perubahan wilayah membuat masyarakat harus beradaptasi dan mencari potensi usaha lain yang lebih relevan dengan kondisi saat ini.
“Dulu Sukaresmi terkenal dengan jambu merahnya, tapi karena memang di kewilayahan sudah ada yang berubah menjadi perumahan, jadi kita harus mencari potensi yang lain,” ujar Yayan saat ditemui di kantor kelurahan, Kamis, 21 Mei 2026.
Kini, pengembangan UMKM diarahkan pada produk olahan bunga telang yang dijadikan minuman segar berkhasiat serta keripik tempe sebagai camilan khas warga. Kedua produk tersebut hadir melengkapi abon tongkol yang sebelumnya lebih dulu dikenal masyarakat.
“Salah satunya pengembangan dari bunga telang untuk minuman dan keripik tempe,” katanya.
Menurut Yayan, perubahan potensi usaha ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang bagi warga untuk tetap produktif dan kreatif dalam membangun ekonomi lingkungan.
“Kita ini di luar dari abon tongkol yang sudah ada. Jadi selain abon tongkol, dulu terkenal dengan jus jambu merahnya. Tapi karena wilayahnya sudah terkikis habis menjadi perumahan, akhirnya kita mencari potensi yang lain,” tambahnya.
Melalui pengembangan produk UMKM baru tersebut, Kelurahan Sukaresmi berharap masyarakat dapat terus memiliki sumber penghasilan alternatif yang berkelanjutan di tengah perubahan kawasan perkotaan.













Komentar