RASIOO.id — Suasana halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor tampak berbeda pada Senin 25 Mei 2026. Derap langkah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggema dalam latihan Satuan Purahmukim Ops Raid Basrah Batalyon 13 Grup 1 Kopassus yang turut disaksikan langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut bukan sekadar latihan militer biasa. Momentum itu menjadi simbol kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan serta memastikan stabilitas daerah tetap kondusif di tengah tantangan wilayah yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Rudy Susmanto menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah dan aparat negara memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat, khususnya dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada lebih dari 6,1 juta warga Kabupaten Bogor.
“Kita hadir bukan hanya sebagai pejabat atau aparat, tetapi sebagai pelayan masyarakat yang harus siap menjaga, membantu, dan melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Rudy Susmanto.
Ia menilai, Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid agar pembangunan dan keamanan dapat berjalan beriringan.
Menurut Rudy, koordinasi antara Forkopimda tidak boleh berhenti pada forum formal semata, melainkan harus menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan menyusun langkah strategis demi masa depan Kabupaten Bogor.
“Kita harus menyatukan seluruh kekuatan yang ada. Bogor tidak bisa dibangun sendiri, tetapi harus dibangun dengan kebersamaan dan semangat persatuan,” katanya.
Bupati Bogor juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam mendukung pembangunan wilayah, mulai dari penguatan ketahanan teritorial hingga keterlibatan aktif dalam membantu masyarakat di berbagai sektor.
Sementara itu, Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus Letkol Inf Gery Heikal Cholid menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan Forkopimda atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan latihan tersebut.
Ia menjelaskan, latihan yang dilakukan merupakan bagian dari peningkatan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan operasi lapangan.
“Alhamdulillah, tahun ini Batalyon 13 menjadi satuan terbaik Parako. Para prajurit terus ditempa melalui latihan rutin, mulai dari kemampuan menembak, jasmani militer, hingga latihan taktis lainnya. Kapan pun negara membutuhkan, kami siap menjalankan tugas,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap soliditas antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri semakin kuat demi menciptakan Kabupaten Bogor yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.















Komentar