RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi memulai pembangunan kembali gedung Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Bogor atau Rumah Sakit Salak pada Kamis, 11 Juni 2026.
Pembangunan tersebut menjadi langkah lanjutan pemulihan fasilitas kesehatan yang mengalami kebakaran pada 7 April 2023. Saat itu, api diduga muncul akibat korsleting listrik di ruang Medical Check Up (MCU).
Wali Kota Bogor mengatakan peletakan batu pertama atau groundbreaking menjadi penanda dimulainya proyek rekonstruksi yang telah melalui proses perencanaan dan penyusunan anggaran cukup panjang.
“Hari ini kita mulai groundbreaking. Mudah-mudahan di dalam lima bulan ke depan sudah bisa dijadikan sebagai tempat untuk operasional Denkesyah wilayah Bogor,” ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Salak, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pelayanan kesehatan kembali optimal dalam waktu dekat.
Sementara itu, Komandan Denkesyah Bogor, Hadi Zulkarnain, menjelaskan proses menuju pembangunan kembali sebenarnya sudah berjalan sejak tahun lalu. Berbagai tahapan administrasi dan perencanaan terus berjalan hingga akhirnya proyek dapat dimulai pada bulan ini.
“Ini memang sudah berproses dari tahun lalu. Namun, pada bulan ini perencanaan pembangunan Denkesyah dan restorasi ini bisa dilakukan kembali,” kata Hadi.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, Pemkot Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar. Namun, hasil proses lelang menghasilkan nilai kontrak yang lebih rendah, yakni Rp3,7 miliar.
“Jadi anggaran yang Pemkot siapkan Rp4 miliar, tetapi dalam proses lelang penawaran terendahnya Rp3,7 miliar. Yang menang adalah yang memberikan penawaran sesuai spesifikasi dan nilai yang paling ekonomis,” jelasnya.
Pemkot Bogor menargetkan pembangunan gedung Denkesyah Bogor dapat selesai dalam lima bulan sehingga fasilitas tersebut kembali melayani masyarakat dan mendukung pelayanan kesehatan di Kota Bogor.














Komentar