RASIOO.id – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang untuk pertama kalinya menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Pelajar sebagai upaya menjaring dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang Al-Qur’an.
Ketua LPTQ Kota Tangerang, KH. Zuhri Fauzi, mengatakan MTQ Pelajar hadir untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pelajar yang selama ini belum terakomodasi dalam MTQ reguler tingkat kota yang memiliki kuota peserta terbatas.
“Melalui MTQ Pelajar ini, pesertanya dibuka seluas-luasnya. Basis kepesertaannya adalah sekolah, sehingga setiap sekolah berhak mendaftarkan pelajar yang memiliki potensi di bidang Al-Qur’an,” ujar Zuhri, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pada MTQ tingkat kota, setiap kecamatan hanya dapat mengirimkan satu peserta putra dan satu peserta putri terbaik pada setiap cabang lomba. Sementara dalam MTQ Pelajar, kesempatan diberikan kepada lebih banyak peserta melalui jalur sekolah yang difasilitasi oleh LPTQ Kecamatan.
Antusiasme terhadap ajang perdana ini cukup tinggi. Sebanyak 258 peserta dari 114 sekolah di Kota Tangerang tercatat mengikuti perlombaan. Para peserta berasal dari jenjang SD, SMP hingga SMA yang telah lolos seleksi di tingkat kecamatan.
Dalam kompetisi tersebut, terdapat enam cabang yang diperlombakan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Tartil Al-Qur’an, Tahfizh Al-Qur’an 1 Juz, Tahfizh Al-Qur’an 5 Juz, Fahmil Qur’an (cerdas cermat), dan Syarhil Qur’an (ceramah agama).
Penilaian dilakukan oleh Dewan Hakim resmi Kota Tangerang dengan pembagian kategori berdasarkan usia peserta. Cabang Tartil misalnya diperuntukkan bagi peserta maksimal usia 13 tahun, sementara Tilawah dan Fahmil Qur’an dibatasi hingga usia 15 tahun.
Menurut Zuhri, MTQ Pelajar tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi calon-calon qari dan qariah Kota Tangerang.
“Para juara dari MTQ Pelajar ini akan terus dibina dan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ tingkat Kota Tangerang, tingkat Provinsi hingga Nasional,” katanya.
Bahkan, hasil dari MTQ Pelajar ini diharapkan dapat memperkuat kontingen peserta pada MTQ Tingkat Kota Tangerang yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026 di Kecamatan Ciledug.
Pelaksanaan MTQ Pelajar berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, beriringan dengan Festival Al-A’zhom. Sejumlah lokasi disiapkan sebagai venue perlombaan, di antaranya Panggung Utama Festival Al-A’zhom untuk cabang Fahmil dan Syarhil Qur’an, Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, serta Gedung Graha Santri.
Selain menjadi ajang pencarian bakat, kegiatan ini juga dimanfaatkan LPTQ sebagai sarana evaluasi terhadap tingkat literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar. Melalui hasil perlombaan, LPTQ dapat memetakan kemampuan sekaligus tantangan yang masih dihadapi dalam pembinaan Al-Qur’an bagi generasi muda.
Menanggapi masih adanya remaja yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, Zuhri menyebut pemerintah daerah bersama LPTQ telah melakukan berbagai langkah pembinaan, termasuk program insentif bagi guru mengaji yang mulai digencarkan sejak Ramadan lalu.
Ke depan, LPTQ akan memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi guru agama di sekolah-sekolah.
“Kita ingin memastikan para guru agama memiliki kompetensi yang baik, sehingga mampu melahirkan generasi pelajar Kota Tangerang yang cinta Al-Qur’an dan mampu membacanya dengan fasih,” pungkasnya.












Komentar