RASIOO.id– Sejumlah ruas jalan utama di Ibu Kota dipadati aksi unjuk rasa pada Kamis 18 Juni 2026. Sedikitnya lima titik demonstrasi digelar secara bersamaan oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, organisasi perempuan, serikat buruh, hingga lembaga bantuan hukum.
Gelombang aksi yang terpusat di sejumlah kawasan strategis Jakarta ini membuat aparat keamanan mengerahkan ribuan personel untuk mengantisipasi gangguan ketertiban dan mengatur arus lalu lintas. Tercatat lebih dari 3.300 hingga 4.000 personel gabungan disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi.
Aksi terbesar terpantau berlangsung di kawasan Istana Negara dan Patung Kuda. Massa dari mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta serta Universitas Katolik Atma Jaya mulai bergerak menuju pusat pemerintahan sejak pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, kawasan Dukuh Atas hingga Jalan MH Thamrin juga menjadi titik konsentrasi massa dari Aliansi Perempuan Indonesia (API) dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI). Massa melakukan long march menuju Istana Negara dengan membawa berbagai tuntutan terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Di kawasan Senayan, tepatnya sekitar Eks Hotel Sultan, kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil turut menggelar aksi sejak pagi hari. Aktivitas serupa juga berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan dan Simpang Lima Senen yang diikuti oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tridharma Indonesia serta Aliansi Mahasiswa Jakarta Pinggiran.
Dalam aksi serentak tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan yang dinilai mewakili keresahan masyarakat. Isu kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak menjadi salah satu sorotan utama. Selain itu, demonstran juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi sejumlah program dan kebijakan yang dianggap membebani anggaran negara.
Tuntutan lainnya meliputi upaya penciptaan lapangan kerja yang lebih luas di tengah meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), serta penolakan terhadap praktik yang dinilai membatasi ruang kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Akibat terkonsentrasinya massa di sejumlah titik, kondisi lalu lintas Jakarta mengalami kepadatan di beberapa ruas jalan utama. Polda Metro Jaya menerapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional guna mengurai kemacetan dan menjaga kelancaran mobilitas warga.
Pengendara diimbau menghindari kawasan Bundaran HI, koridor Sudirman–Thamrin, Patung Kuda, sekitar Istana Negara, hingga area kompleks DPR RI. Masyarakat disarankan menggunakan jalur alternatif dan memantau informasi lalu lintas terkini sebelum melakukan perjalanan.
Hingga siang hari, aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Situasi terpantau kondusif meski konsentrasi massa masih terus bertambah di sejumlah titik pusat demonstrasi.







Komentar