Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat melakukan kunjungan ke MTsN 1 Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.
AHY menjelaskan, program rehabilitasi sekolah tahun depan akan diprioritaskan untuk daerah-daerah yang selama ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, terutama kawasan 3T serta wilayah perbatasan Indonesia.
“Secara umum kondisi di daerah-daerah tersebut memang yang paling perlu perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat,” ujar AHY.
Menurutnya, prioritas utama dalam program tersebut adalah memastikan bangunan sekolah memiliki struktur yang aman dan kuat demi keselamatan siswa maupun tenaga pengajar. Namun pemerintah juga memberi perhatian pada fasilitas dasar yang selama ini kerap terabaikan.
“Yang paling penting bangunannya kuat karena menyangkut keselamatan. Selain itu fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, dan yang sering terlupakan justru toilet atau kamar mandi,” katanya.
AHY mengaku masih menemukan banyak sekolah di berbagai daerah yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak. Kondisi itu dinilai memengaruhi kenyamanan siswa dalam menjalani proses belajar di sekolah.
“Masih banyak sekolah yang tidak punya toilet bersih dan layak. Padahal itu kebutuhan dasar semua orang. Kasihan kalau siswa harus menahan karena kondisi toiletnya buruk,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan memprioritaskan penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi sebagai bagian penting dari pembangunan ekosistem pendidikan yang sehat dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Menurut AHY, pembangunan sekolah tidak hanya soal memperbaiki gedung, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia agar kualitas pendidikan nasional terus meningkat.
“Nantinya anggaran yang tersedia akan difokuskan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas yang sifatnya mendasar agar kualitas pendidikan semakin baik,” tutupnya.










Komentar