RASIOO.id – Pemerintah Kota Bogor memastikan persoalan asap pekat yang sempat keluar dari salah satu armada Biskita Trans Pakuan telah berhasil diatasi. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, setelah adanya keluhan warga terkait polusi udara yang muncul dari knalpot bus beberapa waktu lalu.
Keluhan masyarakat mencuat pada akhir Mei 2026. Sejumlah pengguna jalan mengaku terganggu dengan kepulan asap hitam yang keluar dari armada Biskita Trans Pakuan saat beroperasi di sejumlah ruas jalan Kota Bogor. Selain mengurangi kenyamanan, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dan kualitas udara di lingkungan sekitar.
Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Kota Bogor bersama pihak pengelola transportasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap armada yang bermasalah. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sumber asap berasal dari komponen filter diesel yang telah memasuki masa perawatan dan penggantian berkala.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa perbaikan telah selesai dilakukan sehingga armada yang sebelumnya dikeluhkan kini sudah kembali beroperasi secara normal.
“Kemarin sudah selesai itu. Itu kan ada yang masa servisnya, filter dieselnya itu harus diganti. Sudah diganti tampaknya, jadi sudah selesai,” ujar Dedie, Jumat 19 Juni 2026
Dedie juga memastikan pengawasan terhadap kondisi armada transportasi publik akan terus dilakukan secara berkala. Menurutnya, setiap kendaraan wajib menjalani uji kelayakan serta pemeriksaan emisi sesuai ketentuan yang berlaku agar tetap aman dan ramah lingkungan.
“Uji emisi kan ada waktunya. Mereka nanti uji KIR, itu kan sudah termasuk di dalamnya,” tambahnya.
Keberadaan Biskita Trans Pakuan selama ini menjadi salah satu tulang punggung transportasi publik di Kota Bogor. Karena itu, aspek keselamatan, kenyamanan, dan standar lingkungan menjadi perhatian utama pemerintah agar layanan tetap dapat dinikmati masyarakat secara optimal.
Dengan rampungnya penggantian filter diesel pada armada yang bermasalah, Pemkot Bogor berharap tidak ada lagi gangguan serupa di masa mendatang. Langkah cepat yang dilakukan juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendukung upaya pengendalian polusi udara di Kota Bogor.












Komentar