RASIOO.id – Penutupan akses jalan alternatif di Kampung Blok Ambon, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, memicu keluhan warga. Selama sekitar dua setengah bulan terakhir, jalur yang biasa digunakan sebagai akses menuju sekolah, tempat kerja, hingga berbagai aktivitas harian itu tidak dapat dilalui, sehingga berdampak pada meningkatnya kemacetan di jalan utama.
Merasa aktivitas sehari-hari semakin terganggu, warga akhirnya mengadukan persoalan tersebut ke Komisi I DPRD Kota Tangerang dengan harapan pemerintah segera turun tangan mencari solusi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Komisi I DPRD Kota Tangerang menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi bersama dinas terkait pada Jumat mendatang untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
Ketua RW 05 Kelurahan Poris Gaga, Sofyan, mengatakan warga sebelumnya telah mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kota Tangerang. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan karena pihak pengembang, PT Panji Graha Indah, tidak menghadiri agenda tersebut.
“Karena pihak pengembang tidak hadir, akhirnya disepakati akan dilakukan pengecekan langsung ke lokasi pada hari Jumat setelah salat Jumat,” ujar Sofyan, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, jalan yang kini ditutup memiliki peran penting sebagai jalur alternatif yang selama ini membantu mengurai kepadatan kendaraan di ruas jalan utama Poris Gaga.
Selain menjadi akses utama bagi pelajar dan pekerja, keberadaan jalan tersebut juga mempersingkat waktu tempuh masyarakat yang setiap hari beraktivitas.
“Jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat, terutama anak sekolah dan para pekerja. Sekarang setelah ditutup, seluruh kendaraan menumpuk di jalan utama sehingga kemacetannya semakin parah,” katanya.
Akibat penutupan tersebut, warga terpaksa memutar melalui jalur lain yang jaraknya lebih jauh. Kondisi ini dinilai tidak hanya menambah waktu perjalanan, tetapi juga meningkatkan kepadatan lalu lintas pada jam-jam sibuk.
Warga berharap sidak yang akan dilakukan DPRD bersama pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi nyata, termasuk kejelasan mengenai status jalan tersebut dan kemungkinan dibukanya kembali akses bagi masyarakat.
“Harapan kami sederhana, semoga ada solusi terbaik. Karena sekarang semua kendaraan harus melewati jalan utama, otomatis kemacetannya jauh lebih parah dibanding sebelumnya,” ungkap Sofyan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Panji Graha Indah belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penutupan akses jalan alternatif tersebut. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dari pihak pengembang agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang.
Persoalan ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut akses publik dan kelancaran mobilitas warga. Hasil sidak yang dijadwalkan dalam waktu dekat diharapkan dapat menjadi langkah awal penyelesaian masalah yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.














Komentar