ODGJ di Kabupaten Bogor Tertinggi se-Jawa Barat, Mensos Siapkan Langkah Khusus Bersama Pemda

RASIOO.id – Kabupaten Bogor menjadi sorotan setelah disebut sebagai daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tertinggi di Jawa Barat. Menanggapi informasi tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku terkejut dan memastikan pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah penanganan yang lebih terintegrasi.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai menerima informasi mengenai tingginya angka ODGJ di Kabupaten Bogor yang mencapai 7.321 orang berdasarkan data tahun 2025 yang beredar di media sosial.

Menurutnya, ODGJ merupakan salah satu dari 12 kelompok rentan yang menjadi prioritas pelayanan Kementerian Sosial sehingga diperlukan penanganan yang tepat berbasis data yang akurat.

“Maka itu, kita memperkuat datanya terlebih dahulu. Kalau tadi disebut ODGJ di Jawa Barat, kita sedang terus berkonsolidasi dengan daerah tentang data-data tersebut,” ujar Gus Ipul.

Menteri Sosial mengaku cukup terkejut mendengar Kabupaten Bogor menempati posisi tertinggi di Jawa Barat dalam jumlah ODGJ. Ia menyebut informasi tersebut baru pertama kali diterimanya.

“Terus terang saya baru pertama kali ini mendapatkan informasi,” katanya.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah memastikan validitas data bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum menyusun program penanganan yang lebih komprehensif.

Selain melakukan verifikasi data, Kementerian Sosial juga membuka peluang membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat layanan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan, termasuk penyandang gangguan jiwa.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pembentukan sentra pelayanan sosial yang dapat menjadi pusat penanganan sekaligus rehabilitasi bagi ODGJ di Kabupaten Bogor.

“Kita akan coba koordinasi dan kami juga menyiapkan sentra-sentra di Kabupaten Bogor ini untuk bisa bekerja sama dengan Bupati atau Wali Kota dalam rangka melayani kelompok-kelompok rentan seperti itu,” jelasnya.

Berdasarkan data tahun 2025 yang beredar luas di media sosial, Kabupaten Bogor tercatat memiliki 7.321 ODGJ, menjadikannya daerah dengan jumlah terbanyak di Jawa Barat.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Sukabumi dengan 3.930 ODGJ, sedangkan Kota Bandung berada di urutan ketiga dengan 3.571 ODGJ.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Namun demikian, Kementerian Sosial menegaskan seluruh kebijakan dan intervensi akan didasarkan pada data yang telah diverifikasi agar penanganan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.

Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bogor, diharapkan lahir solusi yang mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Komentar