Akses Warga Akhirnya Terhubung! Pemkot Bogor Bangun Jembatan Paledang–Pasir Jaya Rp2,7 Miliar, Permudah Layanan Kesehatan dan Perekonomian

RASIOO.id – Penantian panjang warga akhirnya mulai terjawab. Setelah sempat tertunda hampir empat tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi merealisasikan pembangunan jembatan penghubung antara Kelurahan Paledang dan Kelurahan Pasir Jaya. Infrastruktur senilai Rp2,7 miliar tersebut diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan akses masyarakat, khususnya menuju layanan kesehatan dan pusat kegiatan ekonomi.

Jembatan yang dibangun di kawasan Kampung Lebak Sari itu menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Bogor untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memangkas waktu tempuh warga yang selama ini harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan pembangunan jembatan berangkat dari aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan akses penghubung yang lebih layak. Salah satu faktor yang mendorong percepatan proyek tersebut adalah adanya peristiwa memilukan ketika seorang warga diduga terlambat mendapatkan penanganan medis karena sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan.

“Hasil dari aspirasi yang kami terima, pernah terjadi peristiwa yang cukup menyedihkan. Ada warga yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan hingga akhirnya tidak tertolong. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan solusi,” ujar Jenal.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga, baik untuk keperluan berobat, bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Pembangunan jembatan ditargetkan rampung dalam waktu 26 minggu. Infrastruktur tersebut memiliki panjang bentang sekitar 48 meter, lebar bersih 1,8 meter, dengan total lebar mencapai 2,4 meter termasuk struktur penyangga.

Proyek dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Setelah selesai dibangun, jembatan akan menerapkan pengaturan jam operasional sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan fasilitas. Namun demikian, akses akan tetap dibuka selama 24 jam untuk kondisi darurat, seperti warga yang membutuhkan penanganan medis atau kepentingan kedukaan.

Hingga awal pelaksanaan, progres pembangunan telah melampaui 4 persen dan berjalan sesuai jadwal. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, proyek kali ini mendapat dukungan dari masyarakat sehingga proses konstruksi berlangsung tanpa adanya penolakan.

Keberhasilan dimulainya pembangunan juga tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, kecamatan, perangkat daerah terkait, hingga unsur TNI dan Polri melalui Babinsa serta Bhabinkamtibmas yang aktif membangun komunikasi dengan masyarakat.

Pemkot Bogor berharap pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antara dua kelurahan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih cepat, aman, dan efisien menuju layanan publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.

Komentar