RASIOO.id – Tempat Hiburan Malam (THM) Tipzy Bears Bogor jadi perbincangan lantaran bikin resah masyarakat dan seringkali jadi lokasi keributan hingga viral di media sosial.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim pun sampai meminta Satpol PP untuk menindaklanjuti isu tersebut.
Menanggapi hal itu, manajemen Tempat Hiburan Malam (THM) Tipzy Bears yang berlokasi di Teras Nona Manis, Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, angkat bicara dan menyinggung pemberitaan maupun potongan video yang viral di media sosial @dewanperwakilannetizen, baru-baru ini.
Pihak manajemen menegaskan bahwa insiden kerusuhan tersebut tidak terjadi di dalam tempat usaha mereka, melainkan murni berawal dari area luar jalan raya atau sekitar Teras Nona Manis.
”Bukan dari kita, keributan dari luar yang kita bawa masuk biar tidak menganggap itu tuh keributan dari kita. Yang kemarin viral video di media sosial,” ujar Manajemen Tempat Hiburan Malam (THM) Tipzy Bears Bogor Fransiskus Darma alias Franky kepada Rasioo.id, Selasa 7 Juli 2026.
Ia juga mengklaim tudingan sering terjadi keributan di tempatnya itu tidak benar. Tak hanya itu, pelaku pembuat onar juga dipastikan bukan pengunjung THM tersebut.
”Pemberitaan yang menyebut tempat kita sering terjadi keributan itu tidak benar. Keributan kemarin itu berasal dari luar yang sebab akibatnya pun kami tidak tahu. Karena posisi kejadian berada dekat pintu gerbang, petugas pengamanan kami berinisiatif menarik salah satu pelaku ke dalam area untuk meredam situasi dan melindungi agar tidak terjadi keributan yang lebih besar di jalan raya,” kata dia.
Ia mengklaim, kala itu memang ada orang yang membuat kegaduhan di depan tempat kami, dan berdasarkan informasi yang diterima bahwa orang tersebut diduga ada gesekan dengan petugas parkir.
“Setelah itu, karena kami tidak ingin ada keributan, maka kami meminta orang tersebut ke dalam dengan tujuan agar perselisihannya diselesaikan dan kami tegaskan setelah kita mediasi, kedua belah pihak berdamai dan saling memaafkan,” sambungnya.
Franky pun membantah keributan yang terjadi di luar area Teras Nona Manis dipicu minuman beralkohol. Sebab, sesaat sebelum kejadian yang bersangkutan mungkin ada gesekan dengan petugas parkir di luar area Nona Manis.
Franky mengatakan bahwa orang yang membuat kegaduhan di luar lingkungan Teras Nona Manis bukan pengunjung yang datang ke ke tempat usaha yang dikelola olehnya.
“Jadi kita juga nggak tahu, karena orang tersebut bukan pengunjung yang datang ke tempat kami. Tapi karena keributannya berada di luar gerbang Teras Nona Manis, ya kita coba untuk melerainya dengan membawa mereka ke dalam. Dan setelah kita lerai, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan keduanya sudah salin memaafkan,” jelasnya.
Franky menyampaikan viralnya video yang diposting oleh medsos tersebut sangat merugikan pihak Teras Nona Manis.
Sebab, dalam video tersebut dinarasikan bahwa keributan itu terjadi di area ruang Tipzy Bears, sehingga membawa opini keributan betul-betul terjadi di lingkungan Terasa Nona Manis.
“Jadi ini bisa dikatakan bahwa kita itu menjadi korban. Kenapa demikian? Karena dalam narasi yang ada di medsos tersebut seolah berada di tempat kami, apalagi ada narasi bahwa tempat kami sering ada keributan. Jujur, dengan adanya narasi tersebut, posisi kita dirugikan, dan ini yang kami sayangkan. Harusnya ada klarifikasi kepada kami sebagai hak jawab dari kami,” jelasnya.
Saat ditanya apakah ada langkah hukum yang ditujukan kepada medsos yang sudah terlanjur viral, kata Franky, pihaknya masih mengkaji terkait hal itu.
“Untuk ke proses hukum masih kita kaji. Tapi kami sudah DM ke yang bersangkutan, tapi tak ada respons,” kata dia.
Franky juga berharap dan menyarankan kepada semua pihak untuk tidak termakan dengan informasi-informasi yang tersebar di media sosial.
“Kita menyadari bahwa sekarang tuh informasi cepat beredar melalui medsos. Tetapi, kami berharap sebaiknya konfirmasi dulu kepada kami yang betul-betul dari sumbernya,” kata dia.
Sebelumnya, Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta seluruh pihak terkait segera memperkuat pengawasan terhadap aktivitas tempat hiburan malam. Ia menegaskan perlunya koordinasi antara Pemerintah Kota Bogor, TNI, Polri, Satpol PP, serta aparat wilayah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Saya meminta TNI, Polri, Satpol PP, termasuk aparat kewilayahan, untuk meningkatkan koordinasi dan melakukan pemantauan yang lebih intensif terhadap aktivitas tempat hiburan malam,” ujarnya.
Menurut Dedie, persoalan sosial yang muncul di luar jam operasional perkantoran membutuhkan penanganan lintas sektor. Karena itu, pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa langkah yang perlu diambil bukan hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengevaluasi operasional tempat usaha dan memberikan peringatan kepada pengelola apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
“Kami ingin ada langkah monitoring, evaluasi, hingga pemberian peringatan kepada pengelola agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya. (hana)














Komentar