RASIOO.id – Semangat menjaga lingkungan menggema di bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Kedung Halang, Kota Bogor, Sabtu 18 juli 2026. Sekitar 1.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat turun langsung membersihkan sungai dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang dirangkaikan dengan menyambut Hari Sungai Nasional.
Kegiatan yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, itu menjadi bagian dari gerakan kolaboratif Pemerintah Kota Bogor bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, hingga kalangan generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Jenal mengatakan, peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi seremoni yang memberikan dampak positif. Salah satu dari sembilan klaster kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah aksi bebersih Sungai Ciliwung,” ujar Jenal.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Sungai Nasional yang diperingati setiap 27 Juli. Karena itu, seluruh unsur masyarakat diajak terlibat dalam gerakan bersama menjaga kelestarian sungai.
“Hari ini kurang lebih ada seribu peserta yang bergabung. Ini merupakan kolaborasi berbagai OPD dan komunitas masyarakat,” katanya.
Saat meninjau langsung kondisi sungai, Jenal melihat debit air yang sedang surut membuat tumpukan sampah terlihat jelas di sejumlah titik.
“Nampak bahwa sampah di sungai masih cukup banyak. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak bisa hanya dilakukan satu hari dan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah saja,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kunci keberhasilan menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan.
“Kami melibatkan anak-anak muda, milenial, Gen Z, komunitas pesepeda, dan mereka sangat antusias. Begitu turun ke sungai, mereka langsung ikut membersihkan sampah,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti aksi bersih sungai berasal dari berbagai unsur, di antaranya Pramuka, kader PKK, kader Posyandu, Generasi Berencana (GenRe), komunitas pesepeda, perangkat kelurahan, kecamatan, hingga komunitas Zillennials.
Jenal mengaku bersyukur melihat tingginya kepedulian generasi muda Kota Bogor terhadap isu lingkungan.
“Saya berharap semangat ini bisa menular kepada masyarakat yang lain sehingga menjaga sungai menjadi budaya bersama,” katanya.
Selain mengajak masyarakat menjaga lingkungan dari hulu, Jenal juga menyinggung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ia berharap proyek PSEL di Galuga, Kabupaten Bogor, dan Kayumanis, Kota Bogor, dapat segera memasuki tahap peletakan batu pertama.
“Mudah-mudahan groundbreaking PSEL bisa terlaksana pada awal Agustus. Informasi yang kami terima, groundbreaking dari pemerintah pusat akan dilakukan di Galuga, Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Komisi IV DPRD Kota Bogor, Rusli, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilainya menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Alhamdulillah acara berjalan dengan baik. Ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bogor yang berhasil menyatukan berbagai unsur masyarakat. Mudah-mudahan rangkaian kegiatan seperti ini terus berlanjut karena menunjukkan bahwa soliditas dan kolaborasi di Kota Bogor benar-benar terbangun,” tutup Rusli. (Hana)










Komentar