RASIOO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir mulai memunculkan dampak di tingkat pasar tradisional. Sejumlah komoditas pangan, terutama sayuran, telur ayam, dan daging ayam, mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Pantauan RASIOO.ID di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Rabu 22 Jui 2026 menunjukkan hampir seluruh komoditas sayuran mengalami kenaikan harga. Caisim, sawi, wortel, hingga buncis dijual lebih mahal dibandingkan pekan sebelumnya.
Salah seorang karyawan toko sayur, Adam (42), mengatakan harga caisim kini mencapai Rp10 ribu per kilogram, naik hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per kilogram.
“Kenaikannya terasa sejak kebutuhan sayur untuk program MBG mulai meningkat. Hampir semua sayuran ikut naik,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan pedagang sayur lainnya, Badri (26). Menurutnya, tingginya permintaan untuk memenuhi kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis membuat pasokan beberapa komoditas sayuran berkurang di pasar.
“Pasokan banyak terserap untuk MBG, terutama wortel, bawang, dan beberapa jenis sayuran lainnya. Jadi stok di pasar berkurang dan harga ikut naik,” katanya.
Tak hanya sayuran, harga telur ayam juga ikut merangkak naik. Dari sebelumnya sekitar Rp24 ribu, kini mencapai Rp28 ribu per kilogram.
Menurut para pedagang, kenaikan harga telur mulai terasa tidak lama setelah distribusi bahan pangan untuk Program MBG berjalan secara masif.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam. Pedagang ayam di Pasar Jambu Dua, Asep (30), mengatakan harga ayam potong kini naik dari Rp35 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram.
Ironisnya, kenaikan harga tersebut justru tidak diikuti peningkatan omzet para pedagang pasar.
Asep mengungkapkan, penyelenggara Program MBG lebih banyak membeli kebutuhan ayam langsung dari distributor atau rumah potong berskala besar, sehingga pedagang eceran tidak ikut menikmati peningkatan permintaan.
“Kami pedagang pasar cuma kena imbas kenaikan harganya saja, tapi belanjaan MBG tidak masuk ke kami. Penjualan biasa malah turun. Dulu bisa habis 80 sampai 100 ekor per hari, sekarang mentok sekitar 70 ekor,” keluhnya.
Di tengah kenaikan berbagai komoditas tersebut, harga cabai justru menunjukkan tren berbeda.
Cabai merah keriting kini dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram, turun jauh dibanding beberapa waktu lalu yang sempat menembus Rp100 ribu per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit hijau dan cabai TW hijau dipasarkan pada kisaran Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan pasokan bahan pangan di pasar tradisional. Mereka menilai kebutuhan besar Program Makan Bergizi Gratis harus tetap diiringi strategi distribusi yang tidak mengganggu ketersediaan barang bagi masyarakat umum maupun pedagang kecil.
Menurut mereka, tanpa pengendalian pasokan yang baik, lonjakan permintaan dari program berskala nasional berpotensi terus mendorong kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan semakin membebani daya beli masyarakat.







Komentar