RASIOO.Id – Pemerintah Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menyiapkan langkah baru untuk menuntaskan persoalan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di dekat Jembatan RE Martadinata. Setelah kebakaran yang terjadi pada Senin, 27 Juli 2026, proses pembongkaran TPS sementara dijadwalkan ulang sembari menunggu perlengkapan penunjang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.
Meski kobaran api telah padam, hingga Jumat 31 Juli 2026 masih terlihat asap tipis akibat bara api yang tersisa di bawah tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pembongkaran belum dapat dilakukan demi alasan keselamatan.
Lurah Ciwaringin, Ade Suryana, mengatakan bahwa pihaknya bersama DLH telah meninjau langsung lokasi dan menyepakati penataan TPS akan dilakukan setelah jaring penyekat tersedia.
“Api memang sudah tidak ada, tetapi kami masih khawatir ada bara yang sewaktu-waktu bisa memicu kebakaran kembali. Karena itu pembongkaran kami jadwalkan ulang sambil menunggu perlengkapan berupa jaring dari DLH,” ujar Ade saat ditemui di lokasi, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, pemasangan jaring menjadi bagian penting dalam penataan kawasan tersebut. Selain membatasi area, jaring juga diharapkan dapat mencegah masyarakat kembali membuang sampah sembarangan setelah TPS liar dibongkar.
“Jaring ini membantu menampung sampah sementara. Kalau tidak ada penyekat, masyarakat kemungkinan akan kembali membuang sampah di lokasi ini,” katanya.
Sementara menunggu perlengkapan tiba, kegiatan yang dilakukan pada Jumat pagi dimulai sejak pukul 07.30 WIB berupa kerja bakti membersihkan area secara bertahap bersama warga dan petugas.
Ade mengungkapkan, tingginya aktivitas warga yang masih membuang sampah di lokasi menjadi alasan mengapa penataan harus dilakukan secara bertahap dan disertai edukasi.
“Yang paling penting juga adalah memberikan edukasi kepada masyarakat. Setelah jaring dipasang, baru kita lakukan pembongkaran total,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kelurahan Ciwaringin juga menyiapkan pola pengelolaan sampah baru melalui sistem jemput bola. Nantinya, gerobak sampah milik warga akan diarahkan datang ke lokasi pada waktu tertentu sebelum armada DLH tiba.
“Gerobak dari warga akan datang sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Saat mobil DLH datang, sampah sudah terkumpul sehingga bisa langsung diangkut. Dengan cara ini kami berharap tidak ada lagi penumpukan sampah liar,” terang Ade.
Ia berharap penataan kawasan bekas TPS liar tersebut dapat mengikuti konsep yang telah berhasil diterapkan di kawasan Manunggal, yang sebelumnya juga merupakan lokasi pembuangan sampah dan kini telah berubah menjadi ruang terbuka hijau.
“Harapan kami, setelah semuanya tertata, kawasan ini bisa seperti di Manunggal. Dulunya tempat pembuangan sampah, sekarang sudah menjadi taman yang bermanfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan Ciwaringin juga bisa seperti itu,” pungkasnya. (Hana)













Komentar