RASIOO.id – Tumpahan minyak jelantah akibat kebocoran pipa truk tangki membasahi ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bogor, Jumat (31/7/2026) sore. Insiden tersebut menyebabkan kemacetan panjang dan mengakibatkan sedikitnya empat hingga lima pengendara sepeda motor terjatuh karena kondisi jalan yang licin.
Pantauan RASIOO.id di lokasi, tumpahan minyak membentang sekitar 300 meter, mulai dari depan Kantor Transmigrasi hingga kawasan GOR Pajajaran. Selain mengganggu arus lalu lintas, lapisan minyak di permukaan aspal juga membahayakan pengendara maupun pejalan kaki.
Kemacetan dilaporkan mengular dari kawasan Jambu Dua hingga Air Mancur.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor Sektor Yasmin menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.48 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas Damkar Kota Bogor Sektor Yasmin, Teguh, menjelaskan tumpahan minyak berasal dari truk tangki yang mengalami kebocoran pada saluran pipa.
“Kami mendapat informasi dari anggota di lapangan sekitar pukul 17.48 WIB bahwa terdapat tumpahan minyak jelantah dari truk. Terjadi kebocoran di pipa truk yang mengakibatkan minyak jelantah tumpah dari Kantor Transmigrasi sampai GOR Pajajaran di Jalan Jenderal Ahmad Yani,” ujar Teguh.
Akibat jalan yang licin, sedikitnya empat hingga lima pengendara sepeda motor dilaporkan terpeleset saat melintasi lokasi. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Pengendara yang terjatuh kurang lebih ada empat sampai lima orang, lebih banyak dari sepeda motor karena jalan licin. Namun, seluruh korban yang jatuh sudah ditangani dan diobati,” katanya.
Penanganan tumpahan minyak dilakukan oleh personel gabungan yang terdiri dari lima anggota Damkar Kota Bogor, petugas Dinas Perhubungan (Dishub), relawan, serta dibantu warga sekitar. Petugas membersihkan permukaan jalan menggunakan semprotan air agar lapisan minyak yang menempel di aspal hilang dan jalan kembali aman dilalui.
Teguh mengimbau para pemilik maupun pengemudi armada pengangkut bahan cair untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum beroperasi guna mencegah kejadian serupa.
“Untuk tangki-tangki yang membawa minyak, oli, atau solar, sebelum memulai pengiriman atau ekspedisi mohon dicek terlebih dahulu unitnya. Ketika terjadi kebocoran, bukan hanya pengendara motor saja yang berbahaya, pejalan kaki juga bisa jatuh,” ujarnya.
Sementara itu, truk tangki yang diduga menjadi penyebab kebocoran telah diamankan oleh petugas Dinas Perhubungan Kota Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Proses pembersihan jalan berlangsung sekitar dua jam. Pada pukul 21.12 WIB, ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani dinyatakan aman dan kembali dapat dilalui kendaraan secara normal.







Komentar