Bukan Sekadar Kantor Pemerintahan, Bogor Timur Disiapkan Jadi Magnet Investasi Baru

RASIOO.id – Pembangunan pusat pemerintahan baru Kota Bogor di wilayah Bogor Timur tidak hanya diarahkan sebagai pusat pelayanan birokrasi. Kawasan tersebut juga dirancang menjadi kawasan terpadu atau mixed-use yang membuka peluang bagi masuknya investasi swasta.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menilai kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Lahan yang masih luas menjadi salah satu alasan Pemkot membuka kesempatan bagi investor untuk mengembangkan berbagai sektor.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, sejumlah investasi seperti perguruan tinggi swasta dan rumah sakit dapat dibangun di kawasan tersebut.

“Karena lahan di sini masih sangat luas, kita mengundang para investor untuk masuk, misalnya untuk pembangunan perguruan tinggi swasta atau rumah sakit,” ujar Dedie, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, pembangunan berbagai fasilitas tersebut memungkinkan karena kawasan pusat pemerintahan baru berstatus mixed-use. Dengan konsep tersebut, area ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi, mulai dari komersial, pendidikan, kesehatan, hingga olahraga.

“Ini sangat memungkinkan dilaksanakan di sini karena statusnya adalah kawasan mixed-use (kawasan terpadu), sehingga bisa dimanfaatkan untuk fungsi komersial, pendidikan, kesehatan, maupun keolahragaan,” tambahnya.

Selain membuka ruang bagi sektor swasta, Pemkot Bogor juga menyiapkan fasilitas sosial dan publik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bogor Timur.

Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah lapangan olahraga. Pemkot akan membangun lapangan sepak bola lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya.

“Selain jalan, kita juga akan mempersiapkan beberapa rangkaian proses pembangunan di area kantor pemerintahan baru masa depan ini. Antara lain, yang pertama akan ada lapangan olahraga untuk masyarakat Bogor Timur,” ujarnya.

Dedie menyebut fasilitas olahraga tersebut dibutuhkan karena kawasan Bogor Timur hingga kini belum memiliki fasilitas serupa dengan kapasitas yang memadai.

“Sampai dengan saat ini kan kita belum memiliki fasilitas tersebut di Bogor Timur. Jadi nanti akan dibangun lapangan sepak bola beserta fasilitas penunjang lainnya,” katanya.

Setelah pembangunan fasilitas olahraga, Pemkot Bogor juga berencana membangun masjid dan gedung serbaguna. Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran daerah.

“Kalau kita punya gedung serbaguna sendiri, kegiatan-kegiatan seperti acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja bisa dilaksanakan,” tutur Dedie.

Selama ini, Pemkot Bogor kerap menghadapi kendala ketika harus menggelar kegiatan dengan jumlah peserta besar. Penggunaan hotel sebagai lokasi acara juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Dengan adanya gedung serbaguna di kawasan pusat pemerintahan baru, berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih efisien.

“Kurang lebih itu gambarannya,” tutupnya.

Komentar