RASIOO.id- Camat Rancabungur, Dita Aprilia memberikan klarifikasi terkait video viral yang menarasikan seorang tukang cukur di wilayahnya mendapat intimidasi karena tidak memasang bendera Merah Putih.
Dita menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, ketika dirinya bersama sejumlah staf kecamatan dan seorang rekan media melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut Dita, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Selain mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, pihak kecamatan juga mengimbau warga memasang bendera Merah Putih dalam rangka menyambut peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya bersama dengan rekan-rekan dari kecamatan dan ada satu orang media yang memang ikut dengan kami. Pada saat itu, memang setiap hari Selasa dan hari Jumat itu kami rutin melakukan kegiatan bersih-bersih. Pada saat itu, kami juga mengimbau kepada warga untuk memasang bendera Merah Putih dan menjaga kebersihan,” kata Dita, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dita mengatakan, saat itu pihak kecamatan mengimbau tukang cukur tersebut untuk memasang bendera Merah Putih. Namun, persediaan bendera yang sebelumnya dibagikan pihak kecamatan telah habis.
Dalam proses tersebut, terjadi percakapan dengan nada tinggi yang kemudian menimbulkan perselisihan.
“Nah, lalu kemudian ada bahasa yang memang kurang baik dengan intonasi nada tinggi, menanyakan kenapa tidak mau pasang bendera dan lain sebagainya,” ujarnya.
Dita menegaskan, orang yang berbicara dengan nada tinggi kepada tukang cukur tersebut bukan merupakan pegawai Kecamatan Rancabungur.
“Perlu saya tegaskan di sini bahwa orang tersebut bukan pegawai kecamatan, tetapi rekan media yang membantu mengimbau, yang membantu pada saat itu juga membagi-bagikan bendera,” jelasnya.
Ia menduga situasi tersebut terjadi karena adanya emosi dari pihak yang bersangkutan sehingga berkembang menjadi perselisihan.
“Mungkin pada saat itu emosi atau bagaimana, saya juga tidak paham, sehingga terjadilah perselisihan,” tuturnya.
Dita juga menyebut video yang kemudian beredar luas di media sosial tersebut diunggah tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak Kecamatan Rancabungur.
“Rekan media itu tidak mengonfirmasi terlebih dahulu bahwa beliau akan menaikkan berita,” pungkasnya.















Komentar