RASIOO.id – Ribuan warga Kota Bogor memadati halaman Istana Kepresidenan Bogor dalam rangka mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan jamuan rakyat HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.
Dari halaman Istana Bogor, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dan jajaran Forkopimda mengikuti upacara penaikan bendera yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Halaman Istana Merdeka pada pukul 10.00 WIB.
Tanpa sekat pembatas, pejabat dan masyarakat berbaur mengikuti upacara dengan khidmat. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan jamuan rakyat di kawasan Istana Kepresidenan Bogor.
Sebelum jamuan dimulai, ribuan warga mengikuti doa bersama untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatera Utara yang terdampak bencana gempa bumi. Doa tersebut dipimpin Habib Hasan.
Dedie bersama Jenal Mutaqin dan Forkopimda kemudian menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas terselenggaranya jamuan rakyat tersebut.
“Mari kita pekikkan salam kebangsaan, Merdeka, Merdeka, Merdeka! Dari Istana Bogor kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” ucap Dedie yang disambut ribuan warga.
Suasana semakin meriah ketika masyarakat diberi kesempatan menikmati berbagai fasilitas dan hiburan di dalam kawasan Istana. Anak-anak tampak antusias bermain di playground yang disediakan, sementara warga menikmati beragam sajian kuliner.
Di depan gedung utama Istana Kepresidenan Bogor, masyarakat mengikuti berbagai perlombaan. Hiburan dan pembagian doorprize juga digelar di area lain. Sebagian warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkeliling dan menikmati suasana kawasan istana.
Dedie mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat Bogor sekaligus momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Bogor merasa sangat bersyukur atas jamuan rakyat dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga Kepala Istana Kepresidenan Bogor bekerja sama dengan Pemkot Bogor dan Forkopimda mengundang perwakilan dari 68 kelurahan di Kota Bogor untuk ikut dalam jamuan rakyat. Kita juga melaksanakan doa bersama atas peristiwa bencana gempa,” ujarnya.
Menurut Dedie, kesempatan bagi masyarakat untuk masuk dan melihat langsung kawasan Istana Kepresidenan Bogor menjadi pengalaman langka. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi tradisi yang digelar secara bergantian setiap tahun.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah tradisi di mana antara masyarakat dan pemerintah itu tidak ada jarak. Sehingga masyarakat bukan hanya melihat dari sisi luar pagar saja, tapi bisa melihat langsung sebuah aset yang dimiliki bangsa kita yang sangat indah berada di tengah Kota Bogor,” katanya.
Peserta jamuan rakyat berasal dari masyarakat prasejahtera atau desil satu yang mewakili 68 kelurahan di Kota Bogor. Setelah kegiatan selesai, warga juga membawa pulang bingkisan yang telah disiapkan.
Salah satu warga yang merasakan pengalaman berbeda adalah Sumiati, penyandang disabilitas netra sekaligus anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Bogor. Ia mengaku bahagia karena untuk pertama kalinya dapat masuk ke kawasan Istana Kepresidenan Bogor.
Dengan dituntun anak dan rekannya, Sumiati menikmati kesempatan tersebut. Selama ini, ia hanya dapat melihat kawasan istana dari luar pagar ketika melintas di Sistem Satu Arah (SSA).
“Senang sekali. Kan saya disabilitas, karena jangankan yang disabilitas, yang umum saja tidak bisa masuk begitu saja. Tapi dengan undangan ini Alhamdulillah saya masuk. Bisa bawa anak juga dan pas di lokasi Alhamdulillah ketemu teman juga dari wilayah lain,” ujar Sumiati.
Warga Kecamatan Bogor Utara itu turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemkot Bogor, dan seluruh pihak yang telah memberikan ruang bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk ikut merasakan perayaan kemerdekaan di kawasan Istana Kepresidenan Bogor.















Komentar