Trotoar Jalan Merdeka Kembali Dipakai PKL, Pemkot Bogor Siapkan 500 Kios untuk Relokasi

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menata kawasan Jalan Merdeka, khususnya Tangkil Asem, Kota Bogor, Kamis 1 Oktober 2026. Penataan dilakukan setelah kondisi kawasan semakin padat dan fasilitas umum seperti trotoar serta drainase terganggu akibat aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) dan tumpukan sampah.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, penataan tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sekitar sebulan lalu bersama Satpol PP atas instruksi Wali Kota Bogor.

“Satu bulan lalu saya didampingi Kasatpol PP atas perintah dan petunjuk Pak Wali mengecek ke lokasi karena memang sudah cukup crowded,” ujar Jenal.

Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor hampir menyelesaikan pembangunan ulang pedestrian serta pengerukan saluran air sepanjang 350 meter.

“Hari ini adalah tindak lanjutnya. Pihak PUPR sudah melakukan pembangunan konstruksi pedestrian dan perbaikan drainase sepanjang 350 meter yang sebelumnya dangkal dan penuh sampah,” katanya.

Meski pembangunan hampir selesai, Pemkot Bogor masih menghadapi persoalan PKL yang kembali menggunakan pedestrian untuk berjualan. Jenal juga menyoroti sejumlah pemilik toko resmi yang ikut memanfaatkan trotoar untuk memperluas tempat usahanya.

“Sambil berjalan tadi saya sampaikan edukasi kepada masyarakat, memohon untuk menghentikan aktivitas jualannya di atas trotoar. Sebetulnya di beberapa titik mereka sudah punya toko, tapi masih maju menggunakan trotoar. Kita sudah beri sanksi dan peringatan. Kalau masih jualan, enggak ada lagi cerita,” tuturnya.

Untuk mencegah persoalan kembali terjadi, Pemkot Bogor akan melakukan pengawasan setiap hari dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Pemerintah juga menyiapkan relokasi bagi pedagang ke pasar-pasar terdekat.

Jenal menyebut terdapat sekitar 500 kios dan los yang masih kosong di Pasar Blok A, Blok F, dan Blok G yang dapat dimanfaatkan para pedagang.

“Tawarkan jika mau masuk ke dalam Pasar Blok A, Blok F, atau Blok G. Kemarin Dirut sudah saya panggil, dan masih ada 500 kios serta los pasar yang kosong,” ujarnya.

Menurut Jenal, relokasi menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor agar pedestrian yang telah diperbaiki dapat kembali berfungsi bagi pejalan kaki tanpa kembali dipenuhi lapak PKL.

“Jadi hari ini kesimpulannya, saya dampingi pihak PUPR untuk memastikan pembangunan pedestrian berjalan lancar dan bisa dimanfaatkan pejalan kaki tanpa diisi PKL kembali,” katanya.

Penataan kawasan Jalan Merdeka juga berjalan beriringan dengan penertiban angkutan kota (angkot) yang telah melewati batas usia operasional 20 tahun. Pemkot Bogor melakukan penertiban secara bertahap hingga tiga kali dalam sepekan.

Dari total 1.780 angkot yang menjadi target penertiban, sebanyak 1.264 unit telah dibekukan. Dengan demikian, masih terdapat 516 angkot yang akan ditindak secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

“Ini estafet seminggu tiga kali. Dari progres 1.780 angkot, sebanyak 1.264 sudah dibekukan,” kata Jenal.

“Tinggal sisa 516 angkot lagi yang belum dan akan kita lakukan bertahap sampai akhir tahun ini clear. Usia 20 tahun angkot tidak ada lagi yang melakukan operasional,” tutupnya.

Komentar