Tawuran Pelajar di Jonggol Berujung Maut, Siswa SMAN 1 Tanjungsari Meninggal Dunia

RASIOO.id – Malam yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat berubah menjadi duka bagi keluarga seorang pelajar di Kabupaten Bogor. Tawuran antarpelajar pecah di Kampung Galang, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin 18 Agustus 2026 malam.

Peristiwa tersebut berujung tragis. Seorang pelajar berinisial IS (16), siswa kelas X SMAN 1 Tanjungsari, meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD Dr. Satibi Cileungsi.

IS diketahui merupakan warga Kampung Cipeucang, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Tak hanya IS, dua pelajar lainnya, yakni MAJ (16) dan RH (16), turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Keduanya juga tercatat sebagai siswa SMAN 1 Tanjungsari dan diketahui memiliki hubungan kerabat dengan IS.

Kapolsek Jonggol Kompol Hida Tjahjono mengatakan, polisi menduga kuat tawuran tersebut bukan terjadi secara spontan. Dari hasil penyelidikan awal, terdapat indikasi bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.

“Indikasinya sudah jelas, ini memang murni tawuran antarpelajar yang telah direncanakan, melibatkan pelajar dari dua sekolah yang berbeda,” kata Hida.

Menurutnya, kelompok pelajar yang terlibat diduga berasal dari dua wilayah berbeda. Satu kelompok berasal dari SMAN di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, sementara kelompok lainnya diduga berasal dari salah satu SMA swasta di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Polisi kini bergerak untuk mengungkap secara utuh bagaimana peristiwa tersebut terjadi, termasuk memastikan pihak-pihak yang terlibat.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelajar yang diduga terlibat.

“Sudah kami minta keterangan beberapa saksi dan melakukan penyelidikan. Mohon doanya semoga para pelakunya dapat segera kami amankan,” ujar Hida.

Hingga kini, polisi belum memastikan jumlah pelajar yang terlibat dalam tawuran tersebut. Penyidik masih mendalami keterangan para saksi untuk memastikan jumlah sekaligus identitas pihak-pihak yang terlibat.

“Belum memastikan berapanya karena kami masih mendalami dan meminta keterangan saksi-saksi,” katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius terhadap maraknya aksi kekerasan antarpelajar yang tidak hanya mengancam keselamatan para siswa, tetapi juga dapat berujung pada hilangnya nyawa.

Polisi memastikan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut dan meminta seluruh pihak yang mengetahui informasi terkait kejadian agar memberikan keterangan kepada petugas.

Jangan Lewatkan

Komentar