1.951 Warga Kota Bogor Terserang Kanker, Bogor Barat Jadi Wilayah dengan Kasus Tertinggi

RASIOO.id – Angka kasus kanker di Kota Bogor menjadi perhatian serius. K dengan Kecamatan Bogor Barat menjadi wilayah yang memiliki sebaran kasus tertinggi.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena, mengungkapkan dari ribuan kasus tersebut, terdapat tiga jenis kanker yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Ketiganya yakni kanker payudara, kanker leher rahim (serviks), dan kanker usus besar atau kolorektal.

“Data pasien kanker itu 1.951. Yang tertinggi itu kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker usus kolorektal,” ujar Erna di Puri Begawan, Jumat (28/8/2026).

Tingginya angka tersebut membuat Dinkes Kota Bogor memperkuat langkah penanganan dengan menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor.

Kolaborasi ini tidak hanya menyasar persoalan pendataan. Dinkes bersama YKI juga berupaya memastikan pasien kanker, khususnya masyarakat yang membutuhkan, tetap mendapatkan dukungan selama menjalani pengobatan.

Erna menyebut pemetaan kasus di tingkat kecamatan menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kebutuhan pasien secara lebih detail. Jaringan Puskesmas pun dilibatkan untuk melakukan pendampingan dan mengawal kebutuhan dasar pasien secara berkala.

Bantuan yang disiapkan cukup beragam. Mulai dari fasilitasi transportasi untuk berobat, pemenuhan kebutuhan gizi, bahan medis habis pakai (BMHP), perlengkapan perawatan luka, hingga obat-obatan tertentu yang tidak masuk dalam cakupan BPJS Kesehatan.

Salah satu kebutuhan yang juga menjadi perhatian adalah penyediaan kantong stoma bagi pasien yang membutuhkan.

“Tidak berbayar. Justru Yayasan Kanker ini ingin membantu kebutuhan-kebutuhan mereka,” jelas Erna.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pasien dan keluarga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dan harus menjalani pengobatan dalam waktu panjang.

“Nanti mulai dari kebutuhan transportasi, pemenuhan gizi, kemudian alat-alat misalnya untuk mengganti luka, obat-obatan yang dibutuhkan yang barangkali tidak dicover oleh BPJS, kantong stoma,” tambahnya.

Dinkes Kota Bogor berharap kolaborasi dengan YKI dan Puskesmas dapat memperkuat sistem pendampingan pasien kanker di tingkat wilayah.

Selain memastikan pasien memperoleh akses layanan kesehatan, langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas penanganan dan menekan angka kematian akibat kanker di Kota Bogor.

Dengan Bogor Barat tercatat sebagai wilayah dengan sebaran kasus tertinggi, pemetaan dan penguatan layanan di tingkat kecamatan menjadi penting agar pasien tidak hanya tercatat dalam angka, tetapi benar-benar mendapatkan pendampingan dan layanan yang dibutuhkan.

Komentar