RASIOO.id – Kejuaraan Terbuka Olahraga Tradisional Sumpitan Kota Tangerang 2026 mendapat antusiasme tinggi dari para atlet berbagai daerah. Sebanyak 168 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Minggu, 30 Agustus 2026.
Peserta tidak hanya berasal dari Kota Tangerang dan wilayah Banten. Sejumlah kontingen datang dari DKI Jakarta hingga Jawa Barat. Bahkan, peserta terjauh tercatat berasal dari Tasikmalaya.
Antusiasme tersebut menjadi sinyal bahwa olahraga sumpitan memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Olahraga tradisional ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan atlet berprestasi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memberikan penghargaan kepada atlet sumpitan dan atlet olahraga tradisional lainnya yang mampu berprestasi di ajang FORPROV maupun FORNAS.
Pemkot Tangerang juga menyiapkan fasilitas pendidikan berupa kuliah gratis hingga lulus bagi atlet yang berhasil mengukir prestasi.
“Tentunya pemerintah berkomitmen untuk memberikan reward dan beasiswa bagi para atlet berprestasi,” kata Kaonang.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang, Sulfi Afriadi, mendorong agar kejuaraan sumpitan tersebut memiliki skala yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.
Ia bahkan mengusulkan agar kompetisi tersebut dikembangkan menjadi Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“KORMI Kota Tangerang siap mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan Kejurnas olahraga tradisional tersebut. Dukungan ini juga terbuka bagi berbagai Induk Organisasi Olahraga Tradisional dan Kebugaran (INORGA OTKB) lain yang berpotensi menggelar kejuaraan tingkat nasional,” ujar Sulfi.
Ketua Sumpitan Banten (Sumbat), Harry Prasetiyo, turut menyambut positif penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antardaerah sekaligus memperkenalkan sumpitan kepada generasi muda.
“Apresiasi atas terselenggaranya kompetisi ini. Kemudian ini juga menjadi ajang dalam memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda,” jelas Harry.
Ketua PORTINA Kota Tangerang, Lilik Yulianto, yang diwakili Alfian Fitrohzal, berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi bagian dari persiapan atlet menuju FORPROV dan POTRADDA.
Ia menilai pembinaan membutuhkan sinergi antara PORTINA, KORMI, pemerintah daerah, serta para penggiat budaya agar pengembangan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Dari segi pembinaan tentunya kami memiliki target ke depannya agar para atlet ini dapat menjadi juara umum baik saat ini maupun dalam kompetisi ke depannya,” tutup Alfian.










Komentar