RASIOO.id – Layanan bus Biskita sempat berhenti beroperasi akibat aksi demonstrasi pemilik dan sopir angkutan kota (angkot) di Balai Kota Bogor, Kamis, 3 September 2026.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan penghentian sementara dilakukan atas instruksi operator untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung.
“Langkah penghentian operasional ini diambil atas instruksi pihak operator guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga situasi tetap kondusif di jalan raya,” ujar Dody.
Ia memastikan armada Biskita kembali beroperasi setelah aksi unjuk rasa selesai. Penghentian tersebut dilakukan hanya sementara untuk menjaga keamanan dan kelancaran situasi di jalan.
Namun, kebijakan tersebut berdampak langsung kepada masyarakat yang mengandalkan Biskita sebagai transportasi umum.
Salah seorang calon penumpang asal Gadog, Wati (60), mengaku harus menunggu di halte hingga lebih dari satu jam tanpa kepastian kedatangan bus menuju Ciawi.
Padahal, kata Wati, Biskita biasanya memiliki frekuensi kedatangan yang cukup sering sehingga masyarakat terbiasa mengandalkan layanan tersebut untuk mobilitas sehari-hari.
Karena bus tidak kunjung datang, sejumlah warga akhirnya beralih menggunakan transportasi daring. Kondisi tersebut membuat pengeluaran perjalanan mereka bertambah karena tarif transportasi daring mengalami kenaikan.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali mengganggu layanan Biskita. Mereka meminta operasional bus tetap berjalan ketika terjadi aksi demonstrasi angkutan umum lain sehingga mobilitas masyarakat tidak ikut terdampak.













Komentar