RASIOO.id- Ribuan pengemudi angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek memadati kawasan Balai Kota Bogor, Rabu 03 September 2026 pagi. Mereka datang beriringan dengan pengawalan kepolisian untuk menyampaikan aspirasi terkait maraknya razia dan penindakan terhadap angkot yang dinilai telah melewati batas usia operasional.
Pantauan RASIOO.id di lokasi sekitar pukul 09.50 WIB, massa aksi mulai memenuhi kawasan Balai Kota Bogor. Hampir seluruh trayek angkot turut ambil bagian, mulai dari trayek 01 hingga 12. Jumlah massa pun terus bertambah.
Aksi tersebut dipicu keresahan para pengemudi menyusul razia yang belakangan semakin intensif dilakukan terhadap angkot, khususnya kendaraan yang dianggap telah melewati batas usia operasional.
Salah seorang sopir angkot trayek 03, Yunan (47), mengaku penindakan yang dilakukan hampir setiap hari membuat para pengemudi semakin tertekan.
Menurutnya, banyak sopir yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari penghasilan menarik angkot. Ketika kendaraan mereka ditindak, penghasilan pun otomatis terhenti.
“Razia terus setiap hari. Mobil cuma disilang, ditulisin dilarang jalan. Kita narik dikejar-kejar kayak maling,” ujar Yunan saat ditemui di Balai Kota Bogor.
Yunan mengatakan, para sopir tidak menolak aturan pemerintah. Namun, mereka meminta adanya solusi dan keringanan agar kendaraan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian tetap dapat beroperasi dengan ketentuan yang jelas.
Ia berharap pemerintah daerah bersedia membuka ruang dialog dan mendengarkan langsung keluhan para pengemudi.
“Kalau bisa mah ketemu langsung sama Pak Wali Kota. Harapannya ya kasih keringanan lah, gimana caranya biar kita tetap bisa jalan,” tuturnya.
Massa sebelumnya berkumpul di kawasan Tugu Kujang sebelum bergerak menuju Balai Kota Bogor. Iring-iringan angkot berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Para pengemudi mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian sebelum menggelar aksi. Pengawalan dilakukan untuk memastikan perjalanan massa menuju Balai Kota Bogor berjalan aman dan tidak mengganggu ketertiban lalu lintas secara berlebihan.
Kini, para pengemudi berharap kedatangan mereka tidak sekadar menjadi aksi protes, tetapi menghasilkan solusi konkret dari Pemerintah Kota Bogor terkait persoalan batas usia kendaraan dan keberlangsungan mata pencaharian para sopir angkot.















Komentar