RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkuat kesiapsiagaan pascakebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dengan memberikan pelatihan khusus kepada 20 petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.
Pelatihan tersebut dilakukan setelah pasukan gabungan mulai ditarik secara bertahap usai menjalankan proses pemadaman dan pendinginan selama sekitar dua minggu.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meninjau penanganan lanjutan di TPAS Galuga pada Sabtu, 26 September 2026. Ia mengatakan, penanganan kini mulai diserahkan kepada tim internal DLH melalui sistem kesiapsiagaan mandiri.
“Sebanyak 20 petugas DLH kita latih untuk memahami mitigasi awal dan langkah penanganan bencana ke depannya. Ketika terjadi kejadian serupa atau setidaknya muncul kepulan asap, mereka bisa langsung melakukan langkah pendinginan awal,” ujar Jenal.
Selain pelatihan teknis, para petugas juga bergotong royong membangun tiga unit embung air di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Pemkot Bogor turut menyiagakan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari terpal pelapis, lima gulung selang pemadam, hingga dua unit pompa air bertekanan tinggi.
Patroli rutin juga akan dilakukan secara bergantian untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan TPAS Galuga.
Jenal menjelaskan, 20 petugas yang mendapat pelatihan tersebut berada di luar personel operasional lapangan. Saat ini, terdapat 10 operator alat berat dan empat petugas penimbangan yang tetap menjalankan tugas seperti biasa.
“20 personel tersebut di luar tim operasional lapangan. Saat ini ada 10 operator alat berat dan 4 petugas penimbangan yang tetap bekerja seperti biasa tanpa terganggu. Personel DLH cukup memadai untuk membagi tugas ini,” ujarnya.
Meski pengendalian operasional berada di bawah DLH Kota Bogor, personel gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta BPBD Kota Bogor tetap melakukan pemantauan secara berkala.
Petugas gabungan juga disiapkan untuk kembali diterjunkan apabila terjadi kondisi darurat di kawasan TPAS Galuga.
Sebagai persiapan jangka panjang sebelum pengoperasian Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Pemkot Bogor juga menyiapkan sejumlah infrastruktur tambahan.
Rencana tersebut meliputi pembangunan dua titik sumur bor, kanalisasi area, serta pemasangan enam unit CCTV di sejumlah lokasi strategis untuk memperkuat pemantauan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko menekankan pentingnya menjaga ketersediaan air di embung yang telah dibangun.
Selain itu, distribusi mobil tangki perlu diatur agar pasokan air dapat mendukung penanganan awal apabila kembali ditemukan kepulan asap atau titik api.















Komentar