RASIOO.id – Memperingati empat tahun Tragedi Kanjuruhan, belasan penikmat sepak bola menggelar Aksi Kamisan ke-19 di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Kamis 1 Oktober 2026.
Aksi bertajuk “Don’t Stop Talking About Kanjuruhan” tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengenang para korban sekaligus menyuarakan tuntutan atas kejelasan hukum dan keadilan dalam penanganan Tragedi Kanjuruhan.
Pantauan RASIOO.id di lokasi sekitar pukul 16.17 WIB, belasan peserta berkumpul di kawasan Tugu Kujang sambil membawa payung hitam. Aksi berlangsung di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor.
Salah satu peserta aksi, Choirul, yang merupakan penikmat sepak bola sekaligus mahasiswa Universitas Pakuan Bogor, mengatakan peringatan tersebut penting untuk menjaga ingatan publik terhadap Tragedi Kanjuruhan.
Menurutnya, hingga empat tahun setelah tragedi tersebut, persoalan keadilan bagi para korban masih menjadi perhatian.
“Alasannya yang pertama kita memperingati Tragedi Kanjuruhan ya, karena itu tragedi yang dibilang parah penanganan dari kepolisian maupun PSSI. Karena 135 korban jiwa itu angka yang cukup besar,” ujar Choirul.
Ia juga menyoroti keberadaan klub yang menaungi para suporter korban yang menurutnya masih mengikuti kompetisi sepak bola.
“Yang lebih parahnya sih, klub yang menaungi suporter tersebut masih ikut kompetisi. Jadi kayak 135 korban jiwa itu cuma angka aja, enggak ada kejelasan gimana dari pihak klub itu sendiri. Makanya fokus kita di sini cuma untuk tribute dan menyuarakan Tragedi Kanjuruhan,” tuturnya.
Aksi Kamisan ke-19 tersebut diinisiasi komunitas Aksi Kamisan Bogor dan dimulai sejak pukul 15.00 WIB.
Melalui aksi damai itu, para peserta berharap Tragedi Kanjuruhan tidak dilupakan publik. Mereka juga mendorong agar proses hukum dan penanganan terhadap tragedi tersebut terus mendapat perhatian sehingga keadilan bagi para korban tetap diperjuangkan.













Komentar