RASIOO.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan konsep 5M, yakni Murah, Mudah, Menggembirakan, Meaningful, dan Mindful.
Program tersebut diperkenalkan dalam acara The 5th International Conference on Tropical Biology yang digelar di Bogor, Senin 5 Oktober 2026.
Melalui program bertajuk “Berani Mencoba, Kreatif, Mencipta” itu, Kemendikdasmen ingin mengubah pandangan bahwa pembelajaran STEM selalu membutuhkan biaya besar, laboratorium lengkap, maupun peralatan khusus.
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Kemendikdasmen Mochamad Abduh mengatakan, pendekatan STEM di Indonesia akan dibuat lebih sederhana dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
“Pembelajaran STEM ini kita perkenalkan dengan konsep 5M yaitu Murah, Mudah, Menggembirakan, Meaningful, dan Mindful. Ini akan menghapus miskonsepsi bahwa STEM itu harus mahal, harus dengan laboratorium, atau perlengkapan instrumen yang sulit. Kita ubah mindset itu,” ujar Mochamad Abduh.
Menurutnya, pembelajaran STEM juga perlu mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Salah satunya melalui kekayaan keanekaragaman hayati atau biodiversitas Indonesia.
“STEM Indonesia tidak bisa merujuk pada kondisi luar negeri, seperti gletser atau gunung es mencair yang tidak ada di sini. Biodiversity kita sangat kaya, dan itu yang menjadi bagian utama dari program STEM yang kita jalankan,” tuturnya.
Konsep tersebut mendapat dukungan dari SEAMEO BIOTROP yang selama ini menjalankan berbagai kegiatan riset, pelatihan guru, penguatan masyarakat, hingga edukasi anak-anak berbasis pengalaman langsung.
Direktur SEAMEO BIOTROP Edi Santosa mengatakan, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung membuat siswa lebih mudah menghubungkan sains dengan kehidupan sehari-hari.
“BIOTROP mengoneksikan sains dengan real life. Konsep 5M menjadi roh kami. Anak-anak kita ajak melihat stingless bee atau lebah tanpa sengat dan memegang serangga secara langsung. Keberadaan Kebun Raya Bogor juga menjadi pusat pembelajaran yang luar biasa,” kata Edi.
Kolaborasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga riset dan masyarakat dalam memperkuat pembelajaran sekaligus menjaga lingkungan.
“Menjaga dan melestarikan lingkungan tidak mungkin tanpa kolaborasi berbagai pihak mulai dari lembaga pendidikan, riset, pemerintah, hingga masyarakat,” ujar Dedie.
Menurut Dedie, konferensi dan kolaborasi tersebut turut memperkuat posisi Bogor sebagai kota yang mendorong pengembangan sains dan kreativitas.
Kolaborasi antara Kemendikdasmen, SEAMEO BIOTROP dan Pemerintah Kota Bogor diharapkan dapat membuat pembelajaran STEM semakin dekat dengan kehidupan siswa, sekaligus memanfaatkan potensi biodiversitas Indonesia sebagai sumber belajar.













Komentar