RASIOO.id – Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun SMA Negeri 11 Kota Bogor di kawasan Kayumanis untuk mengatasi ketimpangan sebaran dan rasio jumlah sekolah tingkat SLTA di Kota Bogor.
Pembangunan sekolah baru tersebut memanfaatkan lahan milik Pemprov Jabar dan Pemkot Bogor yang berada berdampingan di kawasan Kayumanis. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam 120 hari kalender atau sekitar akhir Desember 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan pembangunan SMAN 11 berawal dari pemetaan kebutuhan sekolah tingkat SLTA di Kota Bogor. Dari pemetaan tersebut, kawasan Kayumanis dinilai menjadi lokasi yang tepat untuk pembangunan sekolah baru.
“Ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bogor mengingat kebutuhan rasio sebaran dan jumlah sekolah tingkat SLTA. Setelah kita petakan, ternyata di Kayumanis itu ada lahan milik Pemerintah Provinsi berdampingan dengan Pemerintah Kota Bogor,” ujar Dedie saat ditemui di DPRD Kota Bogor, Selasa 6 Oktober 2026.
Menurut Dedie, kondisi lahan yang berdampingan tersebut membuat pembangunan sekolah dan fasilitas pendukung dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Nah makanya dikategorikan ideal untuk dibangun sekolah dan sarana penunjang,” tambahnya.
Dalam kerja sama tersebut, Pemkot Bogor akan menangani pembangunan fasilitas olahraga. Sementara pembangunan gedung sekolah dan sarana pendidikan utama menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Barat.
“Pemkot akan membangun sarana olahraganya, kemudian Pemprov akan membangun sarana untuk pendidikannya,” kata Dedie.
Ia berharap pembangunan SMAN 11 Kota Bogor dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pendidikan tingkat SLTA di wilayah yang membutuhkan tambahan sekolah.
“Saya pikir tidak ada sesuatu yang kebetulan, mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Meski pembangunan gedung sekolah masih berlangsung, kegiatan belajar mengajar angkatan pertama SMAN 11 Kota Bogor sudah berjalan. Saat ini sekitar 100 siswa dititipkan untuk belajar di SMAN 2 Bogor.
“Saat ini sudah ada kurang lebih 100 siswa yang dititipkan di SMA Negeri 2 Bogor. Jadi sudah ada untuk rombel (rombongan belajar) yang pertama,” jelasnya.
Dedie menambahkan, penerimaan siswa baru untuk rombongan belajar tahun ajaran 2027 akan dilakukan setelah pembangunan sekolah selesai.
“Tinggal di tahun 2027 nanti rombongan belajar tahun ajaran 2027 sudah bisa direkrut. Perekrutan untuk kelas satunya tinggal dilaksanakan di 2027,” pungkasnya.












Komentar