RASIOO.id – Peternak domba di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mendapat pelatihan pembuatan fermentasi kunyit sebagai suplemen pendukung kesehatan ternak. Pelatihan ini menjadi upaya mengenalkan pemanfaatan bahan herbal lokal untuk mendukung pemeliharaan domba.
Kegiatan tersebut digelar Program Studi Paramedik Veteriner Sekolah Vokasi IPB University melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Terpusat dan Terpadu Tahun Anggaran 2026, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pelatihan berlangsung bersama Kelompok Tani Dewasa (KTD) Alam Jaya Makmur di Desa Lembur Sawah RT 02/RW 02, Kelurahan Mulyaharja. Kegiatan dipimpin drh. Tetty Barunawati Siagian, M.Si., dan melibatkan peternak serta mahasiswa Program Studi Paramedik Veteriner.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan dan praktik pembuatan fermentasi kunyit yang berpotensi dimanfaatkan sebagai suplemen pendukung kesehatan domba.
Pemanfaatan bahan herbal yang tersedia di lingkungan sekitar diharapkan dapat menambah pengetahuan peternak sekaligus membuka alternatif dalam mendukung pemeliharaan ternak secara mandiri dan efisien.
Penyuluh kesehatan Kelurahan Mulyaharja, Agus Faisal, menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi anggota KTD Alam Jaya Makmur. Menurutnya, keterampilan mengolah kunyit menjadi bahan pendukung kesehatan ternak memberi kesempatan kepada peternak untuk mengembangkan produk secara mandiri.
Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan pemeliharaan domba sehari-hari.
Sementara itu, drh. Tetty Barunawati Siagian menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong peternak mengenali dan memanfaatkan potensi tanaman herbal di sekitar mereka.
“Melalui kegiatan ini, peternak diharapkan mampu memanfaatkan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bahan pendukung pemeliharaan kesehatan domba. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga membuka peluang pemanfaatan bahan lokal yang memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.
Tetty menambahkan, fermentasi kunyit berpotensi dikembangkan menjadi produk suplemen ternak yang memiliki nilai tambah. Namun, pengembangannya perlu memperhatikan kualitas, keamanan, serta proses pembuatan yang tepat.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, produk tersebut berpeluang dimanfaatkan untuk kebutuhan peternak sendiri maupun dikembangkan sebagai bagian dari usaha peternakan.
Peluang usaha itu juga dapat diperluas melalui penjualan langsung maupun platform perdagangan elektronik atau e-commerce, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pasar dan ketentuan yang berlaku.
Program ini menjadi bagian dari upaya Sekolah Vokasi IPB University dalam menerapkan ilmu pengetahuan melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, penyuluh, dan kelompok peternak diharapkan dapat mendukung pengembangan peternakan rakyat yang lebih mandiri dan produktif.
Melalui pelatihan ini, KTD Alam Jaya Makmur diharapkan mampu mengembangkan praktik pemeliharaan domba yang baik sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi usaha peternakan.












Komentar