Kebakaran Meningkat, BPBD Kota Tangerang Bakal Inspeksi Gudang dan Gedung Industri

RASIOO.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bakal memperluas pemeriksaan terhadap gedung, gudang, dan tempat industri untuk mencegah kebakaran berulang. Langkah ini menyusul meningkatnya kasus kebakaran dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan selama ini pemeriksaan proteksi kebakaran umumnya dilakukan berdasarkan permohonan dari pengelola usaha. Ke depan, petugas akan melakukan inspeksi secara langsung meski pemilik bangunan tidak mengajukan permintaan.

“Walaupun mereka tidak bersurat ke kita, kita melakukan upaya untuk bisa menginspeksi semua gedung-gedung, baik itu gudang ataupun tempat industri,” ujar Mahdiar saat dikonfirmasi, Senin, 26 Oktober 2026.

Menurut Mahdiar, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan setiap bangunan memiliki fasilitas pencegahan kebakaran yang memadai dan sesuai ketentuan. Pemeriksaan juga akan menyasar gedung-gedung lama yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.

Ia menjelaskan, sebagian bangunan lama berdiri sebelum persyaratan proteksi kebakaran diterapkan seperti sekarang. Sementara itu, bangunan baru umumnya telah memperhatikan aspek keselamatan, termasuk dalam proses pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Yang terjadi biasanya kebanyakan gedung-gedung lama yang sudah berdiri cukup lama dan mungkin saat itu belum ada kewajiban,” katanya.

Untuk memperluas jangkauan pemeriksaan, BPBD Kota Tangerang akan mengerahkan lebih banyak inspektur pemadam kebakaran ke berbagai tempat usaha. Langkah ini diharapkan bisa membantu petugas mengetahui kesiapan fasilitas keselamatan di bangunan yang belum pernah menjalani pemeriksaan.

“Saya pikir ini menjadi penting buat ke depannya, kita akan kerahkan inspektur-inspektur pemadam kebakaran kita supaya bisa lebih banyak menginspeksi tempat-tempat usaha,” ungkap Mahdiar.

Selain kondisi bangunan, BPBD juga akan memperhatikan ketersediaan hidran dan sumber air. Kedua fasilitas tersebut berperan penting dalam mendukung pemadaman, terutama di kawasan industri dan pergudangan.

Mahdiar mengungkapkan, kasus kebakaran di Kota Tangerang mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, berdasarkan pengamatan BPBD, kebakaran masih didominasi kejadian di lapak, tempat penumpukan limbah, lokasi pembuangan sampah, dan lahan yang ditumbuhi alang-alang.

“Memang pastinya di dua sampai tiga bulan ini meningkat. Dominasinya masih kebakaran di lapak, limbah, ataupun tempat pembuangan sampah dan juga alang-alang,” jelasnya.

Terkait jumlah pasti kebakaran di kawasan pergudangan dan industri, BPBD masih akan menyiapkan data lebih rinci. Data kerugian juga belum tersedia secara menyeluruh karena informasi yang diterima petugas bergantung pada laporan dan keterbukaan pemilik usaha.

Mahdiar mengakui, koordinasi dengan sejumlah pelaku usaha masih menjadi tantangan ketika petugas membutuhkan informasi mengenai kondisi bangunan dan penanganan kebakaran.

Melalui inspeksi yang lebih luas, BPBD Kota Tangerang berharap pemilik usaha semakin memperhatikan kelengkapan proteksi kebakaran dan rutin memeriksa fasilitas keselamatan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi bahaya lebih awal serta menekan risiko kebakaran dan kerugian yang ditimbulkan.

Komentar